Bakar Batu Natal: Satgas Yonif 408/Sbh dan Jemaat Kingmi Anyam Persaudaraan di Papua

    Bakar Batu Natal: Satgas Yonif 408/Sbh dan Jemaat Kingmi Anyam Persaudaraan di Papua

    LANNY JAYA - Di tengah gemuruh alam Papua, tradisi kuno Bakar Batu kembali mengukir cerita kehangatan dan persatuan. Kali ini, perayaan menyambut Hari Raya Natal menjadi saksi bisu eratnya hubungan antara Satgas Yonif 408/Sbh TK Nenggeagin dan jemaat Gereja Kingmi Nenggeagin. Lebih dari sekadar ritual, kegiatan yang berlangsung di Kampung Nenggeagin, Distrik Nenggeagin, Kabupaten Lanny Jaya pada Jumat (26/12/2025) itu menjadi wujud nyata kebersamaan yang melampaui perbedaan.

    Sejak fajar menyingsing, semangat kolaborasi terasa membuncah. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu menyiapkan setiap detail prosesi Bakar Batu. Tangan-tangan yang terbiasa memegang senjata kini cekatan menyusun batu-batu panas, menata kayu bakar yang akan menjadi sumber kehangatan, sembari memastikan api tetap menyala gagah. Kesibukan ini bukan sekadar tugas, melainkan cerminan ikatan emosional yang telah terjalin kuat, meruntuhkan sekat antara seragam loreng dan pakaian adat.

    Kapten Inf Subur, Komandan Pos Nenggeagin, tak sungkan menyampaikan filosofi di balik keterlibatan prajuritnya. Baginya, kehadiran Satgas dalam setiap tradisi adat adalah bentuk komitmen tulus untuk merajut kedekatan dengan masyarakat. "Natal bagi kami bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk hadir dan berbagi kasih. Melalui Bakar Batu ini, kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar jemaat Gereja Kingmi Nenggeagin. Semoga kebersamaan ini membawa damai, pengharapan, dan kekuatan bagi kita semua, " ujarnya penuh makna.

    Apresiasi mendalam datang dari perwakilan jemaat Gereja Kingmi Nenggeagin. Kehadiran para prajurit TNI dalam suka duka mereka telah menumbuhkan rasa aman dan kehangatan yang tak ternilai. "Kami sangat bersyukur dan terharu. Bapak-bapak TNI selalu hadir bersama kami, ikut merasakan suka dan duka. Di momen Natal ini, kami merasa tidak sendiri. Satgas sudah menjadi bagian dari keluarga kami, " ungkapnya dengan suara bergetar.

    Perayaan Natal melalui tradisi Bakar Batu ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kasih, persaudaraan, dan persatuan mampu tumbuh subur di Tanah Papua. Satgas Yonif 408/Sbh menegaskan kembali perannya bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai saudara yang senantiasa berjalan bersama rakyat, merawat kedamaian dan harmoni.

    (Wartamiliter)

    bakarbatunatal yonif408sbh nataldamaipapua tnihadiruntukrakyat papuabersaudara humanisbersamarakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Prabowo Hadirkan Natal Penuh Makna di Pelosok...

    Artikel Berikutnya

    Marinir Yonif 5 Bangun Ikatan Hati dengan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Bangkitkan Kejayaan Maritim, Kedaulatan NKRI Harus Berpijak pada Laut
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Prajurit Yonif TP 809/NTM Bagikan Hasil Panen Kangkung Secara Gratis Kepada Warga
    Satgas Yonif 753/AVT Tebar Semangat Belajar di Pedalaman Papua Lewat Bantuan Sekolah
    Satgas Yonif 121/Macan Kumbang Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Perbatasan Papua

    Ikuti Kami