Marinir TNI AL Borong Hasil Tani, Geliatkan Ekonomi Papua Tengah

    Marinir TNI AL Borong Hasil Tani, Geliatkan Ekonomi Papua Tengah
    Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Marinir) TNI Angkatan Laut, melalui program inovatif 'Rosita Candraca' atau borong hasil tani. Inisiatif ini secara langsung menyasar petani lokal di Distrik Komopa, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Jumat, (30/1/2026).

    PAINAI - Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Marinir) TNI Angkatan Laut menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat pedalaman Papua melalui program inovatif 'Rosita Candraca' atau borong hasil tani. Inisiatif ini secara langsung menyasar petani lokal di Distrik Komopa, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Jumat, (30/1/2026), dengan tujuan utama memperkuat roda ekonomi kerakyatan.

    Lebih dari sekadar transaksi jual beli, program ini dirancang sebagai strategi jitu untuk memberdayakan para petani yang kerap menghadapi kendala akses pasar dan terjerat ketergantungan pada tengkulak. Dengan membeli langsung hasil bumi seperti sayur-mayur segar dan buah-buahan dari tangan petani, prajurit Marinir berupaya memberikan kepastian pendapatan yang layak sekaligus memangkas rantai distribusi yang selama ini merugikan petani kecil.

    Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa Rosita Candraca adalah wujud nyata pembinaan teritorial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

    “Kami tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga berkomitmen membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memborong hasil tani petani secara langsung, kami ingin memastikan jerih payah mereka dihargai secara layak, ” ujar Letkol Marinir Surya.

    Beliau menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan mendorong ekonomi kerakyatan di wilayah terpencil Papua.

    “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, meningkatkan semangat bertani, dan memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sebagai mitra pembangunan, ” imbuhnya.

    Antusiasme tinggi terlihat dari para petani setempat yang menyambut baik program ini. Selain berdampak positif pada peningkatan pendapatan, kehadiran prajurit TNI AL dinilai memberikan rasa aman dan suntikan motivasi bagi masyarakat untuk terus menggali dan mengembangkan potensi pertanian lokal yang melimpah di tanah Papua.

    Melalui program borong hasil tani ini, Satgas Yonif 4 Marinir TNI AL menegaskan kembali peran ganda mereka, tidak hanya sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua Tengah. (Wartamiliter)

    yonif4marinir tnialuntukrakyat ekonomikerakyatan papuatengah paniai petanipapua rositacandraca tnihadirdipapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Raja Alam Evakuasi Warga Sakit di...

    Artikel Berikutnya

    Pos Sinak Pasar: Harapan Baru Kesehatan...

    Berita terkait