Marinir Yonif 10/SBY Tebar Kebaikan di Perbatasan Maybrat

    Marinir Yonif 10/SBY Tebar Kebaikan di Perbatasan Maybrat

    MAYBRAT - Di tengah hiruk pikuk tugas pengamanan perbatasan, prajurit Marinir dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10/SBY menyisihkan waktu untuk menyentuh hati warga. Pada Minggu (4/1/2026), usai khidmatnya ibadah Minggu, suasana hangat menyelimuti Kampung Kamat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Bukan dengan senjata, namun dengan bingkisan sembako, para prajurit menunjukkan sisi humanis mereka.

    Senyum merekah di wajah warga saat satu per satu prajurit membagikan kebutuhan pokok tersebut. Ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan jembatan empati yang dibangun antara TNI AL dan masyarakat. Kehadiran mereka disambut penuh suka cita, sebuah bukti nyata bahwa perhatian tulus mampu menumbuhkan rasa percaya dan kebersamaan.

    Letkol Marinir Aris Moko, Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, mengungkapkan esensi di balik kegiatan ini. “Kami hadir di perbatasan bukan hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga untuk hadir bersama masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami agar warga merasakan kehadiran Marinir sebagai saudara yang peduli dan siap membantu, ” ujar Letkol Marinir Aris Moko.

    Ia menambahkan bahwa momen berbagi usai ibadah menjadi sarana ampuh untuk merajut kedekatan emosional. “Ini adalah cara kami membangun kepercayaan dan menunjukkan bahwa kami ada untuk mereka, bukan hanya sebagai penjaga, tapi juga sebagai tetangga yang peduli, ” tambahnya.

    Bagi masyarakat Kampung Kamat, setiap bingkisan sembako yang diterima adalah anugerah yang tak ternilai. Rasa syukur membanjiri hati mereka, terharu atas perhatian yang diberikan. Kehadiran prajurit Marinir yang tak segan berbaur dan berbagi memberikan secercah harapan di tengah tantangan akses kebutuhan yang seringkali mereka hadapi.

    Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tak hanya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat, tetapi juga menorehkan tinta emas kemanunggalan TNI AL dengan rakyat. Sebuah ikatan kuat yang terjalin di tanah perbatasan Papua Barat Daya, menciptakan suasana aman, damai, dan penuh harapan.

    (Wartamiliter)

    marinirpeduli satgaspamtas yonif10marinir maybrat papuabaratdaya tnihadiruntukrakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Panglima TNI dan Menhan Beri KPLB ke 115...

    Artikel Berikutnya

    TNI dan Warga Papua Bersatu dalam Ibadah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Bangkitkan Kejayaan Maritim, Kedaulatan NKRI Harus Berpijak pada Laut
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Prajurit Yonif TP 809/NTM Bagikan Hasil Panen Kangkung Secara Gratis Kepada Warga
    Satgas Yonif 753/AVT Tebar Semangat Belajar di Pedalaman Papua Lewat Bantuan Sekolah
    Satgas Yonif 121/Macan Kumbang Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Perbatasan Papua

    Ikuti Kami