Sahabat Banau: Prajurit TNI Jadi Guru di Perbatasan Papua

    Sahabat Banau: Prajurit TNI Jadi Guru di Perbatasan Papua

    PUNCAK - Di tengah hamparan alam Papua yang memukau namun penuh tantangan, personel Pos Dangbet dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau mengukir cerita kepedulian. Pada Rabu (7/1/2026), para prajurit ini tak hanya menjaga garis batas negara, tetapi juga mengemban tugas mulia sebagai pendidik bagi anak-anak di Kampung Dangbet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

    Dipimpin oleh Sertu Yusran, kegiatan belajar-mengajar ini berfokus pada fondasi pendidikan dasar: membaca, menulis, dan berhitung. Tak lupa, penguatan Bahasa Indonesia menjadi prioritas, membuka jendela dunia bagi generasi penerus di wilayah yang kerap dihadapkan pada keterbatasan akses pendidikan.

    Kehadiran para prajurit TNI disambut dengan senyum lebar dan semangat membara dari anak-anak serta masyarakat Kampung Dangbet. Suasana kelas yang sederhana namun penuh keceriaan, menampilkan bagaimana antusiasme belajar dapat tumbuh subur meski di tengah segala keterbatasan.

    Kapten Inf Henry, Komandan Pos Dangbet, menekankan esensi pengabdian TNI yang melampaui sekadar penjagaan fisik. Ia percaya bahwa membangun perbatasan yang kuat berarti juga mencerdaskan para penerusnya.

    “Kami yakin perbatasan yang kuat tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan kecerdasan. Kegiatan mengajar ini adalah wujud kepedulian kami kepada generasi penerus bangsa di ujung timur Indonesia. Meski dengan sarana terbatas, semangat belajar anak-anak di sini sangat luar biasa, ” ujar Kapten Henry.

    Mama Minte, seorang tokoh masyarakat Kampung Dangbet, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas inisiatif ini. Baginya, kehadiran TNI membawa harapan yang selama ini dinanti.

    “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Dangbet yang mau membantu mengajar dan memperhatikan anak-anak kami. Selama ini mereka sangat membutuhkan pendidikan. Kehadiran TNI membawa angin segar dan semangat baru untuk terus belajar, ” tuturnya.

    Melalui program Sahabat Banau, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau menegaskan komitmennya. Bukan hanya menjaga keamanan perbatasan, tetapi juga merajut benang persaudaraan dan turut serta mencerdaskan anak bangsa, memperkuat ikatan emosional yang tulus antara TNI dan masyarakat Papua Tengah. (Wartamiliter)

    sahabatbanau yonif732banau tnimengajar papuatengah pendidikanperbatasan tnihumanis
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    PASTOOR Banau: Kesehatan Jemput Bola untuk...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Banau Borong Hasil Tani, Hidupkan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Bangkitkan Kejayaan Maritim, Kedaulatan NKRI Harus Berpijak pada Laut
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Prajurit Yonif TP 809/NTM Bagikan Hasil Panen Kangkung Secara Gratis Kepada Warga
    Satgas Yonif 753/AVT Tebar Semangat Belajar di Pedalaman Papua Lewat Bantuan Sekolah
    Satgas Yonif 121/Macan Kumbang Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Perbatasan Papua

    Ikuti Kami