Rosita Satgas Banau: Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Papua

    Rosita Satgas Banau: Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Papua

    PUNCAK - Kehadiran personel TNI di garda terdepan perbatasan kembali membuktikan komitmennya dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui program inovatif bernama “Rosita” (Borong Hasil Tani), secara aktif memborong hasil pertanian warga Kampung Dangbet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (13/1/2026). Langkah ini bukan sekadar transaksi, melainkan sebuah upaya nyata pemberdayaan ekonomi yang menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

    Dipimpin oleh Lettu Inf Simbolon, kegiatan ini berfokus pada pemutusan mata rantai tengkulak. Dengan membeli hasil bumi warga secara langsung tanpa perantara, TNI memastikan petani menerima harga yang layak dan adil. Beragam komoditas, mulai dari sayuran segar, buah-buahan manis, hingga umbi-umbian yang menjadi sumber pangan utama, dibeli dengan penuh penghargaan. Hasil borongan ini kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan logistik Pos Dangbet, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan.

    Kapten Inf Henry, Danpos Dangbet, menjelaskan bahwa program Rosita lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kesulitan akses pasar yang kerap dihadapi warga perbatasan. Ia merasakan langsung bagaimana jarak yang jauh dan biaya transportasi yang mencekik seringkali menghalangi petani untuk menjual hasil jerih payah mereka.

    “Kami melihat warga sering kesulitan menjual hasil kebunnya karena jarak pasar yang jauh dan biaya transportasi yang tinggi. Melalui Rosita, kami membeli langsung hasil tani warga sehingga mereka mendapat pemasukan yang pasti dan adil, ” ujar Kapten Inf Henry.

    Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, program ini juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan dan membangun kepercayaan antara TNI dan masyarakat perbatasan. Kapten Inf Henry menegaskan bahwa tujuan utama Rosita adalah menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling percaya.

    Antusiasme dan rasa syukur terpancar jelas dari para petani. Mama Ikeus, salah satu petani Kampung Dangbet, tak kuasa menahan haru atas bantuan yang diterimanya.

    “Selama ini kami susah jual hasil kebun, harus bawa jauh ke pasar dan biayanya mahal. Sekarang bapak-bapak TNI beli langsung, harganya juga bagus seperti di pasar. Kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada Bapak TNI, ” ungkapnya dengan senyum lebar.

    Melalui program Rosita, Satgas Pamtas Yonif 732/Banau sekali lagi membuktikan bahwa peran mereka melampaui penjagaan kedaulatan negara. Mereka adalah mitra sejati masyarakat, menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi dan penopang kesejahteraan bagi warga di pelosok Papua yang terpencil. (Wartamiliter)

    yonif732banau rosita boronghasiltani tnimanunggalrakyat pamtasripng perbatasanpapua ekonomirakyat tnihumanis
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Voli Bersama Warga Yigi: Satgas Yonif 400...

    Artikel Berikutnya

    PASTOOR: TNI Jemput Bola Layanan Kesehatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Honai ke Honai: TNI Pererat Persaudaraan di Pedalaman Papua
    Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya Bawa Layanan Kesehatan ke Pedalaman Sinak
    Marinir Datangi Rumah Warga, Satgas Yonif 10 Marinir/SBY Gelar Layanan Kesehatan Door to Door di Kampung Aisa
    Jaga Kebersihan Danau Sentani, Unsur TNI-Pemda Kerja Bakti di Dermaga Yahim

    Ikuti Kami