Satgas Yonif 10 Marinir/SBY Perkuat Kerukunan dengan Hadiri Peresmian Gereja di Perbatasan

    Satgas Yonif 10 Marinir/SBY Perkuat Kerukunan dengan Hadiri Peresmian Gereja di Perbatasan

    MAYBRAT - Keceriaan dan rasa syukur menyelimuti Kampung Sorry, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis (5/1/2026), seiring dengan peresmian Gereja GKI Sorry. Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol dukungan terhadap kebebasan beragama, melainkan manifestasi nyata dari upaya mempererat tali persaudaraan antara aparat keamanan dan masyarakat di garda terdepan bangsa.

    Prosesi peresmian berlangsung khidmat, diwarnai kebersamaan yang hangat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat kampung, serta seluruh warga Kampung Sorry hadir meramaikan acara. Suasana penuh toleransi dan kerukunan umat beragama terasa kental, menjadi cerminan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di wilayah perbatasan yang strategis ini.

    Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Aris Moko, menyampaikan bahwa partisipasi prajurit dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian integral dari tugas pembinaan teritorial TNI. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat melampaui sekadar menjaga keamanan wilayah.

    "Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendukung kebebasan beribadah serta memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di perbatasan, " ujar Letkol Marinir Aris Moko.

    Perwakilan tokoh masyarakat Kampung Sorry tak ketinggalan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian serta kedekatan yang ditunjukkan oleh para prajurit Marinir. Kehadiran mereka memberikan suntikan semangat dan rasa aman bagi warga.

    "Kami merasa aman dan dihargai. Kehadiran Satgas memberi semangat bagi masyarakat untuk terus hidup rukun dan damai, " ungkapnya.

    Melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY berupaya keras untuk terus menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Lebih dari itu, upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebuah esensi penting dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

    (Wartamiliter.com)

    satgas pamtas yonif 10 marinir papua barat daya peresmian gereja kerukunan umat beragama perbatasan ri-png
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Senyum Ceria Anak Papua: Satgas Yonif 408...

    Artikel Berikutnya

    Satgas TNI Ceria Bersama Anak-anak SD Kp....

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Abdullah Rasyid: Layanan Imigrasi Kunci Iklim Investasi Indonesia Kondusif
    Ribuan Santri Siap Bela Negara di Siliwangi Santri Camp 2026
    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Bangkitkan Kejayaan Maritim, Kedaulatan NKRI Harus Berpijak pada Laut
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Prajurit Yonif TP 809/NTM Bagikan Hasil Panen Kangkung Secara Gratis Kepada Warga

    Ikuti Kami