YAHUKIMO - Di tengah keheningan pedalaman Papua, tepatnya di Kampung Keikey, Kabupaten Yahukimo, sebuah aksi sederhana dari prajurit TNI Angkatan Laut mampu menghadirkan senyum dan harapan bagi masyarakat. Pada Rabu (4/2/2026), personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tidak hanya menjalankan tugas penjagaan, namun juga menunjukkan kepedulian mendalam dengan memborong hasil kebun warga setempat. Tumpukan sayuran hijau segar, hasil jerih payah para petani lokal, berpindah tangan, bukan semata-mata transaksi dagang, melainkan sebuah bentuk penghargaan yang menyentuh hati.
Bagi warga Kampung Keikey, yang kerap bergulat dengan keterbatasan akses pasar dan minimnya sarana ekonomi, langkah prajurit Marinir ini bagaikan angin segar. Pembelian hasil kebun ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, melainkan juga sebagai mitra yang menghargai setiap tetes keringat dan kerja keras mereka. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai setiap interaksi, mencerminkan ikatan kepercayaan yang kian kokoh terjalin antara TNI dan masyarakat di wilayah terpencil ini.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme dan sentuhan kemanusiaan dalam setiap tugas.
“Saya menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas. Namun di saat yang sama, kehadiran kita harus memberi manfaat dan rasa aman bagi masyarakat, ” tegas Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Lebih lanjut, Letkol Marinir T. Pristiyanto menambahkan bahwa kepedulian terhadap warga merupakan elemen tak terpisahkan dari tugas pengamanan wilayah perbatasan. Pendekatan sosial yang dijalankan oleh para prajurit ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.
Melalui aksi memborong hasil kebun ini, Satgas Yonif 5 Marinir membuktikan bahwa menjaga keutuhan bangsa tidak melulu soal kesiapan tempur, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan yang mampu menumbuhkan harapan. Di pedalaman Yahukimo, kepedulian yang tulus dari para prajurit telah menjadi kekuatan besar, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyatnya.
