MAYBRAT - Di tengah hamparan alam Papua Barat Daya yang memukau, semangat juang para prajurit TNI Angkatan Laut tak hanya tertuju pada penjagaan kedaulatan negara. Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY membuktikan komitmennya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui kehadiran mereka sebagai tenaga pendidik di SD YPPK Fuog, Kampung Fuog, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, pada Jumat (30/1/2026).
Langkah mulia ini diambil sebagai respons langsung terhadap minimnya tenaga pengajar yang tersedia di wilayah pedalaman yang jauh dari pusat kota. Dengan hati yang tulus dan dedikasi penuh, para prajurit Marinir ini tanpa lelah mengajarkan ilmu dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, mereka juga membekali para siswa dengan pemahaman mendalam tentang kewarganegaraan dan rasa cinta tanah air, menanamkan benih-benih kebangsaan sejak dini.

Suasana belajar di SD YPPK Fuog bukan sekadar transfer pengetahuan. Para prajurit Marinir juga berperan sebagai motivator ulung, memberikan dorongan moral dan semangat tak terbatas bagi para siswa. Mereka ingin memastikan setiap anak di perbatasan memiliki keberanian untuk bermimpi tinggi dan meraih cita-cita mereka, apa pun rintangannya.
Interaksi yang hangat dan penuh keceriaan mewarnai setiap sesi pembelajaran. Wajah-wajah polos para siswa memancarkan antusiasme yang luar biasa, terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menjawab. Kebersamaan antara prajurit dan siswa menciptakan ikatan emosional yang kuat, melampaui batas tugas pengamanan semata.
Komandan Pos Fuog Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY menegaskan bahwa peran mereka dalam dunia pendidikan adalah integral dari tugas pembinaan teritorial yang diemban.
"Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan perbatasan, tetapi juga untuk ikut mencerdaskan anak-anak Papua. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa, dan anak-anak di perbatasan memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik, " tegas Danpos Fuog.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SD YPPK Fuog, Habel Sorry, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas kontribusi nyata yang diberikan oleh Satgas Marinir.
"Kehadiran bapak-bapak Marinir sangat membantu kami, terutama di tengah keterbatasan tenaga pengajar. Anak-anak menjadi lebih termotivasi dan bersemangat mengikuti pelajaran, " ungkapnya.
Melalui dedikasi tanpa pamrih ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY berharap dapat terus memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata penguatan kemanunggalan TNI dengan masyarakat Papua Barat Daya, sebuah sinergi yang tak ternilai harganya untuk kemajuan bangsa. (Wartamiliter)

Updates.