Satgas Yonif 732/Banau Borong Hasil Tani Kampung Milawak

    Satgas Yonif 732/Banau Borong Hasil Tani Kampung Milawak
    Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau. Melalui program inovatif bertajuk ROSITA (Borong Hasil Tani), personel Pos Beoga kini aktif membeli langsung hasil pertanian warga Kampung Milawak di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Jumat (30/1/2026).

    PUNCAK - Upaya nyata untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat perbatasan terus digalakkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau. Melalui program inovatif bertajuk ROSITA (Borong Hasil Tani), personel Pos Beoga kini aktif membeli langsung hasil pertanian warga Kampung Milawak di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Jumat (30/1/2026). Langkah ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi langsung bagi para petani lokal.

    Dipimpin oleh Praka Adim, kegiatan ini fokus pada pengadaan beragam komoditas hasil bumi seperti sayur-mayur segar, umbi-umbian, serta buah-buahan berkualitas. Seluruh hasil tani ini dibeli oleh personel pos untuk memenuhi kebutuhan logistik harian, sekaligus memastikan perputaran uang yang lancar di tingkat masyarakat.

    Antusiasme tinggi terlihat dari para petani Kampung Milawak menyambut program ROSITA. Selain memberikan pendapatan tunai yang sangat dibutuhkan, program ini juga membuka akses pasar yang sebelumnya terkendala oleh medan geografis dan tantangan transportasi di pedalaman Papua. Bagi warga, ini adalah secercah harapan untuk menjual hasil kerja keras mereka.

    Kapten Inf Budi, Komandan Pos Beoga Satgas Pamtas Yonif 732/Banau, menegaskan bahwa ROSITA adalah wujud nyata dari strategi pembinaan teritorial yang berfokus pada kemandirian ekonomi masyarakat.

    "Program ROSITA adalah langkah nyata dan berkelanjutan untuk memberdayakan ekonomi warga perbatasan. Dengan kepastian pasar dan harga yang adil, petani merasa dihargai dan termotivasi untuk terus mengolah lahan mereka. Inilah bentuk kehadiran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak kesejahteraan, " kata Kapten Budi.

    Apresiasi mendalam juga datang dari masyarakat. Mama Nomon, salah seorang petani dari Kampung Milawak, berbagi pengalamannya yang sangat terbantu oleh program ini.

    "Selama ini kami kesulitan menjual hasil kebun karena pasar jauh dan akses sulit. Dengan adanya bapak-bapak TNI yang membeli langsung, hasil kebun kami bisa langsung menjadi uang untuk kebutuhan keluarga. Kami merasa punya pasar yang pasti. Program ini sangat membantu dan kami berharap bisa terus berjalan, " ungkapnya.

    Melalui ROSITA, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau mempertegas komitmennya untuk terus hadir mendukung ketahanan ekonomi masyarakat perbatasan, memperkuat ikatan kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pedalaman Papua.

    (Wartamiliter)

    rosita yonif732banau satgaspamtas ekonomikerakyatan tniuntukrakyat petanipapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Ketua Persit Kodim Jayapura Sambangi Arso,...

    Artikel Berikutnya

    Satgas TNI Bangkitkan Ekonomi Perbatasan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Bangkitkan Kejayaan Maritim, Kedaulatan NKRI Harus Berpijak pada Laut
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Prajurit Yonif TP 809/NTM Bagikan Hasil Panen Kangkung Secara Gratis Kepada Warga
    Satgas Yonif 753/AVT Tebar Semangat Belajar di Pedalaman Papua Lewat Bantuan Sekolah
    Satgas Yonif 121/Macan Kumbang Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Perbatasan Papua

    Ikuti Kami