PUNCAK - Di tengah hamparan keindahan alam Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah inisiatif mulia hadir untuk menerangi masa depan generasi mudanya. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Yonif 732/Banau tak henti menunjukkan kepedulian mendalam terhadap sektor pendidikan di wilayah yang kerap dihadapkan pada keterbatasan.
Pada Selasa, (27/1/2026), personel Pos Jampul dari Yonif 732/Banau secara sukarela mengambil peran sebagai pendidik bagi anak-anak Papua di Kampung Jampul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Langkah ini diambil untuk mengatasi kesenjangan tenaga pengajar yang menjadi tantangan nyata di daerah terpencil.
Dipimpin oleh Sertu Ismar, kegiatan belajar mengajar ini merupakan bagian integral dari program Sahabat Banau. Program ini dirancang dengan pendekatan humanis, mengutamakan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan. Para prajurit antusias berbagi ilmu dasar melalui metode pembelajaran interaktif, diselingi dengan permainan edukatif yang membuat suasana belajar menjadi riang dan mudah diserap.

Antusiasme para siswa terlihat jelas. Tawa riang dan semangat bertanya memenuhi ruang kelas sederhana. Mereka tak ragu mengajukan pertanyaan, berani menjawab, dan aktif terlibat dalam setiap sesi pembelajaran. Kesederhanaan metode yang digunakan, namun sarat komunikasi, terbukti ampuh membangkitkan gairah belajar di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Komandan Pos Jampul, Letda Inf Djemmy, menegaskan betapa pentingnya peran prajurit dalam ranah pendidikan. Ia melihat kehadiran mereka sebagai salah satu wujud pengabdian TNI untuk bangsa.
“Keterbatasan guru adalah tantangan nyata di wilayah perbatasan. Kehadiran personel kami bertujuan untuk membantu mengisi kekosongan tersebut, meski bersifat sementara. Ini adalah wujud bakti TNI di bidang pendidikan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak Papua agar tetap semangat belajar, ” ujar Letda Djemmy.
Dukungan dan apresiasi datang dari masyarakat setempat. Mama Maikel, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Jampul, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
“Kami sangat bersyukur bapak-bapak TNI mau mengajar anak-anak kami. Cara mengajarnya berbeda dan disukai anak-anak. Perhatian yang mereka berikan sangat berarti bagi masa depan anak-anak di kampung ini, ” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui inisiatif pendidikan ini, Satgas Yonif 732/Banau menegaskan kembali bahwa kehadiran TNI di perbatasan bukan sekadar menjaga kedaulatan wilayah, namun juga menjadi agen pembawa harapan dan membuka gerbang masa depan bagi generasi penerus Papua. (Wartamiliter)

Updates.