PUNCAK - Di tengah hijaunya Kabupaten Puncak, Papua, sebuah kisah kehangatan terjalin. Prajurit TNI dari Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga merajut benang persaudaraan melalui sentuhan humanis. Pada Kamis (29/1/2026), langkah-langkah mereka membawanya langsung ke honai-honai, rumah tradisional warga di Distrik Sinak, membuka pintu dialog yang tulus.
Lebih dari sekadar kunjungan, momen ini adalah percakapan dari hati ke hati. Para prajurit duduk bersama, mendengarkan dengan saksama setiap keluh kesah dan harapan yang terucap dari masyarakat pedalaman. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa kental, sebuah bukti nyata upaya Satgas untuk menumbuhkan kepercayaan dan memperdalam ikatan emosional dengan penduduk setempat.
Pendekatan persuasif dan empati menjadi nadi dari setiap interaksi. Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai sahabat sejati, mitra dalam menjaga kedamaian dan ketertiban yang menjadi dambaan bersama di wilayah yang kaya ini.
Sertu Venda, salah satu prajurit yang terlibat dalam kegiatan ini, berbagi pandangannya yang mendalam.
“Kami hadir untuk mendengar dan memahami kondisi masyarakat secara langsung. Komsos ini menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah penugasan, ” ujar Sertu Venda.
Sambutan positif mengalir dari masyarakat Distrik Sinak. Mereka melihat kehadiran prajurit TNI sebagai anugerah, sebuah jembatan komunikasi yang kokoh. Harapan besar tersemat agar dialog dan kebersamaan ini terus berlanjut, membentangkan layar kedamaian di Kabupaten Puncak.
Dengan Komsos yang berkelanjutan, Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya memupuk harapan akan terciptanya suasana aman, damai, dan kondusif. Sebuah fondasi kuat bagi stabilitas wilayah yang dicintai ini.
