NDUGA - Di tengah bentangan alam Nduga yang memukau namun penuh tantangan, kehadiran prajurit Batas Batu Satgas Mobile Yonif 300/Brajawijaya di Kampung Mumugu, Distrik Kenyam, telah melampaui sekadar tugas pengamanan. Mereka membawa serta nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas, menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat setempat.
Pada Senin, (2/2/2026), suasana khidmat menyelimuti Gereja Kristen Injili (GKI) Mumugu. Para prajurit TNI tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian integral dari ibadah bersama jemaat. Momen ini kian bermakna dengan penyerahan Alkitab secara simbolis kepada perwakilan gereja dan warga, sebuah gestur kepedulian yang mendalam untuk memperkuat sendi-sendi keimanan.
Dipimpin langsung oleh Danpos Batas Batu, Kapten Czi Aman Abadi Sitepu, kegiatan ini mencerminkan kedekatan emosional yang terjalin antara TNI dan masyarakat. Penyerahan Alkitab menjadi simbol kuat ikatan kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan yang terus dirajut di pedalaman Papua.
“Kami hadir sebagai saudara. Melalui kegiatan keagamaan ini, kami ingin memperkuat kebersamaan, menumbuhkan rasa aman, serta menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat, ” ujar Kapten Czi Aman Abadi Sitepu, menegaskan misi kemanusiaan di balik tugas pengamanan.
Peran para prajurit ini mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Satgas Mobile Yonif 300/Brajawijaya. Ia menekankan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari kepekaan sosial dan kemampuannya menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat.
“Apa yang dilakukan prajurit di Mumugu adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, ” tegas Dansatgas, menggarisbawahi esensi pendekatan teritorial berbasis kemanusiaan dan keimanan.
Sukacita terpancar dari wajah warga dan jemaat GKI Mumugu. Kehadiran para prajurit di rumah ibadah disambut dengan rasa aman dan keteduhan, menorehkan harapan baru di tengah keterbatasan geografis yang kerap menjadi kendala.
Melalui upaya ini, Satgas Mobile Yonif 300/Brajawijaya menegaskan kembali komitmennya. Mereka tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga secara aktif merawat harmoni sosial dan spiritual masyarakat. Ini adalah pondasi penting demi terwujudnya Papua yang kelak bergelimang kedamaian, keamanan, dan keadilan.

Jefri Jayapura