PUNCAK - Di tengah keterbatasan akses pasar yang kerap menghantui para petani di wilayah terpencil, hadirnya program inovatif dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau menjadi secercah harapan baru. Melalui Pos Wangbe di Kampung Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, program yang diberi nama ROSITA atau Rogoh Saku Tentara Untuk Tani ini secara aktif membeli langsung hasil bumi para petani sejak Jumat (23/1/2026), memberikan sentuhan nyata pada penguatan ekonomi lokal.
Personel Pos Wangbe, yang dipimpin oleh Serda Arly, tidak hanya berdiam diri di markas, namun turun langsung ke ladang para petani. Dengan penuh semangat, mereka memborong beragam hasil pertanian, mulai dari sayuran segar, buah-buahan manis, hingga umbi-umbian yang menjadi andalan warga. Transaksi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang layak, memastikan petani mendapatkan imbalan yang setimpal atas kerja keras mereka.

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mendalam dari Satgas Yonif 732/Banau. Kapten Inf Gery, Komandan Pos Wangbe, menegaskan bahwa ROSITA bertujuan menjaga keberlangsungan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat perbatasan.
“Kami melihat semangat bertani warga Wangbe sangat luar biasa. Kendalanya adalah akses dan pasar. Melalui program ROSITA, kami ingin menjadi pasar langsung bagi petani. Uang yang kami berikan hari ini bukan sekadar pembelian, tetapi menjadi modal semangat agar mereka terus bertani dan menjaga ketahanan pangan di wilayah perbatasan, ” ujar Kapten Gery.
Manfaat program ini tak pelak dirasakan langsung oleh masyarakat. Marta, seorang petani sayur dari Kampung Wangbe, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Satgas yang telah membuka akses pasar tanpa perlu repot melakukan perjalanan jauh.
“Saya senang sekali bisa menjual langsung di sini. Hasilnya bisa saya gunakan untuk kebutuhan sekolah anak. Semoga kegiatan seperti ini terus ada supaya kami semakin semangat menanam, ” tuturnya dengan nada penuh harap.
Melalui program ROSITA, Satgas Yonif 732/Banau membuktikan diri bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam upaya memperkuat sendi-sendi ekonomi lokal dan meningkatkan taraf kesejahteraan warga di pelosok Papua Tengah.

Updates.