Sentuhan Hati TNI Bangun Kepercayaan di Pedalaman Intan Jaya

    Sentuhan Hati TNI Bangun Kepercayaan di Pedalaman Intan Jaya

    INTAN JAYA - Di tengah keheningan alam pedalaman Intan Jaya, Papua, sebuah inisiatif tulus bergulir. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai tetangga yang peduli. Mereka berupaya merajut benang kepercayaan dengan masyarakat di Kampung Agisiga melalui dialog yang hangat dan bantuan nyata.

    Inisiatif ini terwujud dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dilaksanakan di Titik Kuat (TK) Mamba Kotis Satgas Yonif 500/Sikatan, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Kamis, (22/1/2026). Sebanyak 10 personel Satgas, dipimpin oleh Batiops Serka Risky Wilianto, berbaur dengan para tokoh berpengaruh Kampung Agisiga. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Yan Mirip, Ketua Klasis GKII Agisiga, dan Markus Majau, Kepala Suku Kampung Agisiga.

    Suasana akrab dan kekeluargaan mewarnai pertemuan itu. Satgas Yonif 500/Sikatan tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa bingkisan kepedulian berupa benih tanaman sayuran dan biskuit. Bantuan sederhana ini adalah wujud nyata perhatian terhadap ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah yang masih tergolong terisolir.

    Serka Risky Wilianto mengungkapkan bahwa Distrik Agisiga masih menghadapi tantangan akses dan minimnya pelayanan negara. Oleh karena itu, pendekatan yang mengutamakan dialog dan membangun kepercayaan menjadi kunci.

    “Melalui komunikasi sosial ini, kami ingin membangun kepercayaan dan kebersamaan dengan para tokoh masyarakat. Kami berharap tokoh-tokoh Kampung Agisiga dapat menjadi mitra dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung program Pemerintah Daerah Intan Jaya, khususnya pembukaan akses jalan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, ” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis untuk mencegah pengaruh negatif yang dapat mengganggu ketenteraman. Kehadiran Satgas bukan sekadar tugas militer, melainkan upaya menyentuh hati masyarakat.

    “Kami merasa diperhatikan. Kehadiran bapak-bapak TNI bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga datang untuk mendengar dan membantu kami sebagai masyarakat kampung, ” ungkap Yan Mirip, Ketua Klasis GKII Agisiga, penuh rasa syukur.

    Markus Majau, Kepala Suku Kampung Agisiga, turut mengamini. Ia menilai komunikasi langsung dan pendekatan kekeluargaan adalah fondasi penting untuk menciptakan kedamaian di wilayahnya.

    “Kami ingin hidup aman dan sejahtera. Dengan komunikasi seperti ini, kami siap mendukung upaya menjaga keamanan dan pembangunan demi masa depan anak-anak kami, ” tuturnya, optimis.

    Pertemuan yang berlangsung aman, lancar, dan penuh kehangatan ini menegaskan komitmen Satgas Yonif 500/Sikatan untuk hadir sebagai sahabat rakyat. Mereka menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, serta berperan aktif mewujudkan Papua yang damai, aman, dan sejahtera melalui sentuhan hati dan langkah nyata. (Wartamiliter)

    yonif500sikatan pendekatanhumanis komsostni intanjaya papuadamai tniuntukrakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya: Gizi dan...

    Artikel Berikutnya

    Kodim 1707/Merauke Gelar Syukuran HUT ke-58,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Babinsa Jagebob Hadiri Rapat Kampung Mimi Baru, Perkuat Kesepakatan Perkam Hewan Ternak
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Honai ke Honai: TNI Pererat Persaudaraan di Pedalaman Papua
    Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya Bawa Layanan Kesehatan ke Pedalaman Sinak
    Marinir Datangi Rumah Warga, Satgas Yonif 10 Marinir/SBY Gelar Layanan Kesehatan Door to Door di Kampung Aisa

    Ikuti Kami