PUNCAK - Di tengah hamparan keindahan alam Papua yang masih menyimpan tantangan akses, kehadiran personel TNI bukan hanya menjadi penjaga kedaulatan negara. Lebih dari itu, mereka menjelma menjadi garda terdepan kemanusiaan, terutama dalam memastikan kesehatan masyarakat yang tinggal di pelosok negeri. Inilah yang diwujudkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau melalui program inovatif mereka.
Program yang diberi nama PASTOOR, singkatan dari Pelayanan Kesehatan Door to Door, menjadi bukti nyata kepedulian Satgas dalam menjangkau warga yang membutuhkan. Pada hari Selasa, (20/1/2026), tim medis dari Pos Jenggeren tak ragu menerjang medan demi menggulirkan layanan kesehatan gratis hingga ke rumah-rumah warga di Kampung Mamere, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Langkah sigap ini diambil sebagai respons cepat atas laporan adanya seorang anak yang menderita demam disertai sakit kepala. Dipimpin langsung oleh Serda Jimmy, tim medis segera bergerak membawa perlengkapan medis lapangan untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan yang diperlukan.
Upaya jemput bola ini sangat krusial mengingat realitas pahit keterbatasan akses masyarakat pedalaman terhadap fasilitas kesehatan. Jarak tempuh yang jauh menuju puskesmas, ditambah kondisi medan yang berat, kerap membuat warga, terutama orang tua yang mengkhawatirkan kondisi anak-anak mereka, terpaksa menunda pengobatan.
Komandan Pos (Danpos) Jenggeren, Kapten Inf Tanamal, menegaskan bahwa program PASTOOR bukan sekadar program sampingan, melainkan sebuah komitmen mendalam dari Satgas. Ia menekankan bahwa tugas mereka tidak hanya terbatas pada aspek pengamanan wilayah perbatasan.
“Program PASTOOR ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang sulit dijangkau layanan kesehatan. Satgas Pamtas tidak hanya menjaga perbatasan negara, tetapi juga berupaya membantu mengatasi kesulitan warga, termasuk di bidang kesehatan, ” ujar Kapten Inf Tanamal.
Lebih lanjut, Kapten Inf Tanamal menambahkan bahwa pendekatan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah terbukti sangat efektif untuk menjangkau mereka yang terkendala transportasi dan fasilitas medis.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan dasar kesehatan. Inilah wujud nyata TNI hadir untuk rakyat, sampai ke pelosok negeri, ” tegasnya.
Atuni, orang tua dari anak yang mendapatkan pengobatan, tak kuasa menahan haru atas kepedulian yang ditunjukkan oleh personel TNI. Ia mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI. Anak saya sudah beberapa hari sakit dan belum dibawa berobat karena puskesmas jauh. Sekarang anak saya sudah diobati dan kondisinya mulai membaik, ” tuturnya dengan suara bergetar.
Ia pun tak lupa mendoakan keselamatan bagi seluruh personel Satgas dalam menjalankan tugas mulia mereka.
Program PASTOOR yang rutin digelar oleh Satgas Yonif 732/Banau ini menjadi cermin nyata peran TNI sebagai pilar bangsa. Mereka tidak hanya menjaga kedaulatan negara di garis depan, tetapi juga menjadi sahabat sejati dan pelindung bagi masyarakat di wilayah perbatasan, menjangkau hingga ke titik terjauh demi kesejahteraan bersama. (Wartamiliter)
