PUNCAK - Di tengah keterbatasan akses pendidikan di pelosok Papua Pegunungan, kepedulian luar biasa datang dari personel TNI. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau tak tinggal diam. Melalui program inovatif bertajuk “Papua Melek”, para prajurit ini rela turun tangan menjadi pendidik bagi anak-anak di Kampung Jampul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/1/2026) ini, dipimpin langsung oleh Pratu Nendi. Baginya dan rekan-rekannya, ini adalah panggilan jiwa untuk turut serta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan yang seringkali terabaikan. Dengan bekal pendidikan yang memadai, personel TNI ini mengisi kekosongan tenaga pengajar, khususnya dalam materi-materi dasar yang vital bagi perkembangan anak.

Suasana belajar mengajar di Pos Jampul begitu hidup. Anak-anak diajak mendalami Bahasa Indonesia, memperkaya pengetahuan umum, dan yang terpenting, menanamkan nilai-nilai luhur patriotisme serta kecintaan pada Tanah Air sejak usia dini. Interaksi yang terjalin penuh keakraban, membuat para siswa kecil ini tak sabar menanti setiap sesi pembelajaran. Antusiasme terpancar jelas dari wajah-wajah polos mereka.
“Program ‘Papua Melek’ ini adalah wujud komitmen Satgas Yonif 732/Banau untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di daerah perbatasan. Kami ingin kehadiran prajurit TNI dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak Papua agar berani bermimpi dan meraih cita-cita setinggi-tingginya, ” ujar Danpos Jampul Satgas Yonif 732/Banau, Letda Inf Djemmy.
Dampak positif program ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat di Kampung Jampul. Bapak Talege, salah satu tokoh masyarakat setempat, tak kuasa menahan rasa terima kasihnya.
“Kehadiran bapak-bapak TNI dari Pos Jampul sangat membantu kami, terutama dalam pelajaran tertentu. Beban orang tua menjadi lebih ringan, dan anak-anak mendapatkan tambahan ilmu serta pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan, ” ungkapnya.
Melalui inisiatif Sahabat Banau dan program “Papua Melek”, Satgas Yonif 732/Banau membuktikan bahwa tugas pengamanan wilayah perbatasan dapat berjalan seiring dengan penguatan peran sosial. Mereka tak hanya menjaga kedaulatan negeri, tetapi juga menabur benih harapan dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus Papua. (Wartamiliter)

Updates.