PUNCAK - Di tengah tantangan akses kesehatan yang mendera warga di pegunungan Papua, kehadiran Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau menjadi secercah harapan. Melalui program bakti sosial bertajuk “Pastoor” (Pelayanan Kesehatan Gratis), personel Pos Marilaukin bergerak mendekatkan layanan medis dasar kepada masyarakat Kampung Marilaukin di Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, pada Rabu (21/1/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Sertu Fokaaya ini merupakan bagian integral dari program Sahabat Banau, sebuah inisiatif yang berdedikasi untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan, dengan fokus utama pada sektor kesehatan.
Di halaman balai kampung yang ramai, personel kesehatan TNI dengan sigap memberikan pemeriksaan kesehatan umum, mengukur tekanan darah, memberikan konsultasi medis, serta mendistribusikan obat-obatan dasar secara cuma-cuma berdasarkan hasil diagnosa. Kehadiran layanan ini disambut penuh sukacita oleh warga dari berbagai usia, yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan merogoh kocek dalam demi mendapatkan layanan medis.

Danpos Marilaukin Satgas Yonif 732/Banau, Kapten Inf Sinaga, menekankan betapa vitalnya kesehatan masyarakat sebagai pilar pembangunan di wilayah perbatasan.
“Kesehatan adalah hal yang fundamental. Dengan kondisi sehat, masyarakat bisa beraktivitas dengan baik dan anak-anak dapat bersekolah secara optimal. Pelayanan ini merupakan ikhtiar kecil kami untuk membantu saudara-saudara di perbatasan, sekaligus sebagai wujud nyata kehadiran negara di garda terdepan Republik Indonesia, ” ujar Kapten Inf Sinaga.
Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Bapak Nakudi, salah seorang warga Kampung Marilaukin, tak kuasa menahan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian tulus dari Satgas Yonif 732/Banau.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Marilaukin. Selama ini kalau mau periksa kesehatan harus jalan jauh dan biayanya besar. Hari ini kami diperiksa, diberi obat, diajari cara hidup sehat, semuanya gratis. Mereka sangat ramah dan sabar melayani kami, ” tuturnya dengan penuh kehangatan.
Melalui program “Pastoor” ini, Satgas Yonif 732/Banau tidak hanya menjalankan amanah pengamanan wilayah perbatasan, namun juga secara aktif berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan mendasar akan layanan kesehatan bagi warga di pelosok pegunungan Papua. (Wartamiliter)
