LANNY JAYA - Harmoni yang sempat terusik di Kampung Tumbupur, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, kini kembali pulih. Ketegangan akibat insiden pembakaran honai yang melibatkan dua kelompok warga, berhasil diredam berkat pendekatan humanis dan kekeluargaan yang digagas oleh Satuan Tugas (Satgas) Yonif 408/Sbh Pos Tumbupur pada Rabu (21/1/2026).
Peristiwa yang berpotensi memicu konflik berlarut-larut ini, segera direspons cepat oleh personel Satgas. Mengedepankan komunikasi sosial (komsos) yang tanpa paksaan dan tanpa kekerasan, prajurit TNI berperan sebagai penengah ulung. Dialog terbuka yang digelar mempertemukan kedua belah pihak, memberikan ruang bagi setiap individu untuk mengutarakan isi hati dan persoalan yang membebani.
Suasana mediasi berlangsung penuh rasa hormat dan saling pengertian. Setiap keluh kesah didengarkan, setiap pandangan dihargai, hingga akhirnya benang merah perdamaian terjalin. Kedua kubu sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan merajut kembali tali persaudaraan.
“Kami hadir bukan hanya menjaga wilayah, tetapi menjaga hati masyarakat. Setiap persoalan harus diselesaikan dengan duduk bersama, saling mendengar, dan saling menghargai. Perdamaian adalah kekuatan terbesar sebuah kampung, dan Satgas akan selalu berada di tengah masyarakat untuk itu, ” tegas Danpos Tumbupur, Kapten Inf Panca.
Sebagai wujud nyata rekonsiliasi, kedua belah pihak saling memaafkan. Lebih dari itu, mereka bertekad untuk bersama-sama membangun kembali honai yang menjadi korban api, melalui semangat gotong royong. Satgas Yonif 408/Sbh pun menyatakan kesiapannya untuk turut serta dalam proses pembangunan tersebut, sebagai simbol bangkitnya persaudaraan dan kebersamaan warga Tumbupur.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kalau tidak dimediasi, masalah ini bisa panjang. Sekarang kami sudah berdamai dan kembali seperti keluarga. Honai akan kami bangun bersama, dan kami merasa tidak sendiri karena Satgas selalu mendampingi kami, ” ungkap salah seorang perwakilan warga dengan nada haru.
Keberhasilan mediasi ini menegaskan peran vital TNI di Tanah Papua, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai jembatan perdamaian dan perekat harmoni sosial. Satgas Yonif 408/Sbh berkomitmen untuk terus mendampingi warga, memastikan kehidupan yang aman, rukun, dan damai senantiasa terjaga. (Wartamiliter)

Updates.