INTAN JAYA - Di tengah hamparan pegunungan Intan Jaya, Papua Tengah, yang menyimpan tantangan tersendiri, para prajurit Nasrani dari Satgas Yonif 631/Antang menemukan pelipur lara dan kekuatan tak terduga. Jauh dari dekapan keluarga, mereka merajut kebersamaan dalam ibadah, sebuah ritual khusyuk yang digelar di Ugimba pada Minggu, (18/1/2026). Momen ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang sakral untuk mengukuhkan iman dan merajut ketenangan batin di tengah hiruk pikuk medan tugas yang menuntut.
Sederhana namun sarat makna, rangkaian ibadah itu mengalunkan doa-doa tulus. Para prajurit memohon keselamatan bagi setiap jiwa yang bertugas, kelancaran setiap langkah dalam mengemban amanah negara, serta kerinduan mendalam akan terciptanya kedamaian dan harmoni bagi seluruh masyarakat Papua. Di setiap lantunan doa, tersirat pengingat bahwa fondasi spiritual adalah jangkar kokoh yang menopang ketangguhan mereka menghadapi segala dinamika di lapangan.
Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, S.E., S.I.P., tak sungkan menekankan betapa vitalnya pembinaan mental dan spiritual. Menurutnya, ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari kesiapan setiap prajurit.
“Ibadah bersama ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan mental dan spiritual prajurit. Doa menjadi kekuatan yang menyatukan, menenangkan hati, dan membangun keteguhan dalam menghadapi setiap tantangan tugas di Papua, ” ujar Letkol Andy Darnianto.
Lebih dari sekadar kebutuhan personal, Letkol Andy Darnianto menambahkan bahwa kegiatan ibadah ini juga merefleksikan kepedulian mendalam para prajurit terhadap sesama dan komunitas yang mereka layani.
“Ibadah ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai doa bagi rekan-rekan prajurit, keluarga di rumah, serta seluruh masyarakat Papua agar senantiasa diberi kedamaian, keselamatan, dan perlindungan Tuhan, ” tambahnya.
Dengan merajut kebersamaan dalam doa, Satgas Yonif 631/Antang mengusung harapan agar nilai-nilai kasih, toleransi, dan persaudaraan senantiasa bersemi selama menjalankan tugas mulia. Di tengah bentangan alam Papua yang eksotis namun penuh tantangan, doa menjadi jembatan spiritual yang menguatkan semangat pengabdian, demi terwujudnya masyarakat Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (Wartamiliter)
