PANIAI - Di tengah hamparan hijau Distrik Komopa, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Kamis (22/1/2026) menjadi saksi bisu geliat ekonomi kerakyatan yang digelorakan oleh prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Marinir). Langkah nyata ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Papua.
Lebih dari sekadar menjaga perbatasan, prajurit Yonif 4 Marinir merangkul petani lokal melalui program pembinaan teritorial terbatas. Mereka secara langsung memborong aneka hasil tani, mulai dari sayuran segar hingga buah-buahan ranum, bahkan hasil bumi lainnya. Inisiatif ini membuka jalur distribusi langsung, memangkas peran tengkulak, dan memberikan kepastian pendapatan yang sangat dibutuhkan keluarga petani di Komopa.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan signifikansi program ini. Ia mengungkapkan bahwa upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan memberdayakan ekonomi akar rumput, terutama di pelosok Papua.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program Satgas Yonif 4 Marinir guna mendukung kesejahteraan masyarakat. Kegiatan memborong hasil tani ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya di daerah pedalaman Papua, ” ujar Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto.
Antusiasme memancar dari wajah para petani. Mereka merasakan langsung manfaat program ini, di mana hasil panen terserap cepat tanpa perlu cemas mencari pembeli. Momen ini juga kian mempererat tali silaturahmi antara prajurit TNI dan warga setempat, menebalkan semangat kemanunggalan.
Melalui pendekatan ekonomi kerakyatan ini, Satgas Yonif 4 Marinir bertekad menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Distrik Komopa, sekaligus memperkokoh sinergi antara TNI dan rakyat di jantung Papua Tengah.

Updates.