PUNCAK - Di tengah hamparan pegunungan Papua Tengah yang mempesona, sebuah inisiatif mulia tengah bergulir. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui program inovatif bertajuk “Papua Melek”, tak henti-hentinya menebar benih pendidikan di wilayah pedalaman. Kali ini, personel Pos Jenggeren mengambil peran sentral dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak-anak Kampung Sinai, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (22/1/2026).
Di halaman Pos Jenggeren yang cerah, suasana belajar terasa begitu hidup. Serda Mudahri, dengan sabar dan penuh kasih, memimpin sesi pembelajaran yang dirancang khusus untuk anak-anak. Melalui perpaduan materi dasar yang mudah dipahami, permainan edukatif yang mengasyikkan, serta nyanyian ceria, anak-anak diajak untuk gemar membaca, menulis, dan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Program “Papua Melek” ini bukan sekadar kegiatan belajar mengajar biasa. Ia merupakan wujud nyata dari komitmen pembinaan teritorial Satgas Yonif 732/Banau, yang melampaui tugas pengamanan perbatasan. Fokusnya kini merambah pada pembangunan sumber daya manusia unggul sejak usia dini, sebuah investasi berharga untuk masa depan Papua.
“Kami dari Satgas Pamtas Yonif 732/Banau berkomitmen tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga memajukan pendidikan anak-anak di wilayah penugasan. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa dan pintu gerbang ilmu pengetahuan. Melalui program ‘Papua Melek’ ini, kami berharap anak-anak di Kampung Sinai semakin percaya diri dan mampu meraih cita-cita setinggi-tingginya, ” ujar Kapten Inf Tanamal, Komandan Pos Jenggeren.
Tak hanya para personel TNI yang bersemangat, para orang tua pun turut merasakan kebahagiaan dan harapan yang terpancar dari program ini. Mama Tunis, salah seorang orang tua murid, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran bapak-bapak TNI dari Pos Jenggeren. Anak-anak kami jadi lebih semangat belajar dan lebih berani berbicara dalam Bahasa Indonesia. Ini sangat berarti bagi masa depan mereka, ” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui setiap sesi “Papua Melek”, Satgas Pamtas Yonif 732/Banau menanamkan harapan agar semangat belajar terus menyala, rasa persatuan semakin terjalin erat, dan akses pendidikan yang lebih luas terbuka lebar bagi generasi penerus Papua di setiap sudut pedalaman. (Wartamiliter)
