Papua Melek: TNI Cerdaskan Generasi Perbatasan Beoga

    Papua Melek: TNI Cerdaskan Generasi Perbatasan Beoga
    Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau tak hanya hadir sebagai pendidik melalui program inovatif bertajuk “Papua Melek” di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua TengahSenin (26/1/2026).

    PUNCAK - Di tengah hamparan keindahan alam Papua yang memukau, semangat mencerdaskan generasi penerus bangsa berkobar di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau tak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, namun juga sebagai pendidik melalui program inovatif bertajuk Papua Melek. Senin (26/1/2026) menjadi saksi bisu puluhan anak Beoga antusias menyambut kedatangan para prajurit yang tak hanya membawa semangat juang, tetapi juga ilmu pengetahuan.

    Dipimpin langsung oleh Serda Gailea, personel Pos Julukoma mengubah ruang kelas sederhana menjadi medan pembelajaran yang penuh warna dan tawa. Metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan membuat anak-anak tak sekadar duduk manis, namun aktif berpartisipasi, menyerap setiap kosakata dan kalimat yang diajarkan.

    Program Papua Melek lahir dari kesadaran mendalam akan pentingnya penguasaan Bahasa Indonesia sebagai jembatan menuju dunia yang lebih luas. Bahasa persatuan ini bukan hanya sekadar alat komunikasi, melainkan kunci pembuka wawasan, mempermudah akses terhadap pendidikan berkualitas, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.

    “Bahasa Indonesia adalah jendela ilmu sekaligus alat pemersatu bangsa. Dengan menguasainya, anak-anak di perbatasan memiliki pondasi kuat untuk mengejar cita-cita mereka. Mereka adalah masa depan Papua dan masa depan Indonesia, ” tegas Komandan Pos (Danpos) Julukoma, Lettu Inf Dismas, dengan keyakinan yang terpancar dari sorot matanya.

    Kehadiran para prajurit TNI dalam program ini disambut hangat oleh para orang tua. Mama Husela, salah seorang warga Kampung Julukoma, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat perubahan pada buah hatinya.

    “Anak saya pulang dengan riang, menyanyi lagu baru yang diajarkan abang TNI. Kami sering kesulitan mendampingi anak belajar karena keterbatasan kami. Kehadiran bapak-bapak TNI yang mau mengajar dengan sabar ini sangat berarti bagi kami, ” tuturnya penuh haru.

    Mama Husela berharap program Papua Melek dapat terus berlanjut, membekali anak-anak Beoga dengan kelancaran dan kepercayaan diri dalam berbahasa Indonesia, membuka pintu kesempatan yang lebih lebar di masa depan.

    Melalui inisiatif ini, Satgas Yonif 732/Banau menegaskan komitmennya untuk menjadi sahabat masyarakat, menemani langkah generasi Papua menuju masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (Wartamiliter)

    satgaspamtasripng yonif732banau papuamelek pendidikanperbatasan beoga papuatengah satgaspamtasripng yonif732banau papuamelek pendidikanperbatasan beoga papuatengah
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Senyum Ceria Anak Papua: TNI Bagikan Baju...

    Artikel Berikutnya

    Ibadah Minggu Satgas Yonif 644: Kebersamaan...

    Berita terkait