PAINAI - Kehidupan para petani di Distrik Pasir Putih, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, kini terasa lebih cerah berkat kehadiran Program Borong Hasil Tani (Rosita). Program inovatif yang digagas oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir TNI Angkatan Laut ini secara gamblang menunjukkan komitmennya dalam menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat Papua.
Pada Senin (26/1/2026), prajurit Candraca Yonif 4 Marinir terlihat sibuk memborong berbagai komoditas sayuran segar langsung dari tangan para petani. Kangkung, bayam, tomat, cabai, dan aneka hasil pertanian lainnya dibeli langsung, sebuah langkah strategis yang dinilai mampu memangkas panjangnya rantai distribusi. Dampaknya, para petani kini dapat merasakan harga jual yang jauh lebih layak untuk jerih payah mereka.

Mama Yohana, seorang petani sayur di Distrik Pasir Putih, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menceritakan betapa besar manfaat yang dirasakan keluarganya.
“Kami sangat terbantu. Tidak perlu jauh-jauh membawa sayuran ke pasar, karena langsung dibeli oleh Bapak-Bapak Marinir dengan harga yang pantas, ” ujar Mama Yohana.
Program Rosita ini bukan sekadar program sesaat, melainkan telah berjalan secara konsisten selama masa penugasan Satgas Yonif 4 Marinir di wilayah perbatasan. Di samping menjalankan amanah utama menjaga kedaulatan negeri, para prajurit Marinir ini juga aktif membangun ikatan emosional dengan masyarakat melalui kegiatan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Laut terhadap kesejahteraan masyarakat Papua.
“Dengan membeli hasil tani langsung dari mama-mama di Distrik Pasir Putih, kami berharap dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi prajurit selama bertugas, ” jelasnya.
Melalui Program Rosita, Satgas Yonif 4 Marinir TNI AL membuktikan diri bukan hanya sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan di garis perbatasan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang berupaya keras memperkuat ketahanan ekonomi lokal di jantung Papua Tengah. (Wartamiliter)
