MAYBRAT - Di tengah hamparan perbatasan negeri yang jauh dari hiruk pikuk kota, sebuah gestur kehangatan terpancar dari prajurit TNI Angkatan Laut. Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan, namun juga menyentuh relung kebutuhan dasar masyarakat di Kampung Aisa, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pada Senin, (26/1/2026), wajah-wajah warga kampung itu berseri saat menerima bantuan baju layak pakai yang dibagikan langsung oleh para prajurit.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian Satgas yang mendatangi rumah warga satu per satu. Berbagai jenis pakaian, mulai dari yang dikenakan si kecil hingga orang dewasa, disalurkan dengan harapan dapat meringankan beban sandang keluarga di sana. Setiap helai pakaian yang diberikan telah dipastikan dalam kondisi prima, siap untuk dikenakan kembali.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Aris Moko, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pembinaan teritorial dan sekaligus menunjukkan kehadiran TNI AL yang sesungguhnya di tengah denyut kehidupan masyarakat perbatasan.
“Pembagian baju layak pakai ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Kampung Aisa. Kami ingin hadir dan berbagi, serta membantu meringankan kebutuhan sandang warga, ” ujar Letkol Marinir Aris Moko.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, kegiatan sosial ini juga menjadi jembatan untuk mempererat ikatan emosional antara para prajurit Marinir dan penduduk setempat. Harapannya, tercipta suasana yang harmonis, penuh rasa saling mendukung, dan menguatkan rasa persaudaraan di wilayah yang menjadi garda terdepan bangsa.
Bagi Yafet Aisa, salah seorang warga Kampung Aisa, bantuan yang datang dari para penjaga perbatasan ini membawa kelegaan dan rasa syukur yang mendalam.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-Bapak Marinir. Bantuan pakaian ini sangat bermanfaat bagi kami dan keluarga, ” ungkapnya.
Antusiasme warga Kampung Aisa menyambut kehadiran Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY sungguh terasa. Mereka melihat para prajurit tidak hanya sebagai penegak keamanan, tetapi juga sebagai mitra aktif yang peduli pada kesejahteraan dan kemanusiaan.
Melalui setiap inisiatif seperti ini, Satgas Yonif 10 Marinir/SBY kian menegaskan komitmennya: hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat sejati bagi masyarakat perbatasan RI–PNG, memastikan setiap langkah pembangunan dan kesejahteraan dapat terus bergulir. (Wartamiliter)

Jefri Jayapura