LANNY JAYA - Di tengah keheningan pegunungan Lanny Jaya, Papua Pegunungan, prajurit Satgas Yonif 408/Sbh dari Pos TK Wamitu membuktikan bahwa tugas pengamanan bisa berjalan seiring dengan sentuhan kemanusiaan. Sejak Jumat (30/1/2026), mereka tak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga merajut benang persaudaraan dengan masyarakat Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim.
Suasana hangat terasa saat para prajurit duduk lesehan berdampingan dengan warga di antara honai-honai sederhana. Tawa riang anak-anak berbaur dengan obrolan santai para orang tua, menciptakan pemandangan akrab yang melampaui sekat aparat dan masyarakat. Momen ini menjadi sarana berharga bagi Satgas untuk memahami denyut nadi kehidupan sehari-hari dan aspirasi warga.
Komunikasi yang terjalin bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan untuk menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan. Komandan Pos TK Wamitu, Kapten Inf Indra, menekankan pentingnya pendekatan hati ke hati dalam setiap tugas.
"Kami selalu mengedepankan komunikasi dari hati ke hati dengan masyarakat. Dengan cara itu, hubungan yang terbangun bukan sekadar antara aparat dan warga, tetapi seperti saudara. Dari kepercayaan itulah stabilitas dan keamanan dapat terjaga, " ujar Kapten Indra.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penugasan tidak hanya diukur dari angka keamanan, namun juga kedalaman ikatan emosional yang terjalin.
"Ketika masyarakat merasa aman, didengar, dan dihargai, maka tugas kami sebagai prajurit juga terasa lebih bermakna, " tambahnya.
Perasaan haru juga diungkapkan oleh salah seorang warga Wamitu yang merasakan langsung kehangatan para prajurit.
"Bapak-bapak TNI tidak jaga jarak dengan kami. Mereka duduk, bicara, dan tertawa bersama. Kami merasa seperti keluarga sendiri, " ungkapnya.
Bagi warga Goa Balim, interaksi tanpa sekat ini membawa ketenangan dan secercah harapan. Sementara bagi prajurit Satgas Yonif 408/Sbh, kebersamaan ini menjadi bahan bakar semangat pengabdian di pelosok Papua. Di bawah langit pegunungan yang luas, Satgas Yonif 408/Sbh TK Wamitu terus merajut persaudaraan, membuktikan bahwa dari komunikasi sederhana, lahir kepercayaan kokoh yang menjadi fondasi bagi tanah Papua yang aman, damai, dan penuh rasa kekeluargaan.

Updates.