Satgas Yonif 732/Banau: Prajurit Jadi Guru di Papua Melek

    Satgas Yonif 732/Banau: Prajurit Jadi Guru di Papua Melek

    PUNCAK - Demi masa depan generasi penerus bangsa, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau kembali mengukir jejak kepedulian. Melalui inisiatif program “Papua Melek”, para prajurit dari Pos Wangbe dengan penuh semangat terjun langsung ke Kampung Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan, pada Senin (19/1/2026), untuk menyemarakkan kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak setempat.

    Dipimpin oleh Serda Arly, program ini menjadi wadah bagi personel Satgas yang memiliki latar belakang pendidikan untuk berkontribusi mengatasi minimnya tenaga pendidik di wilayah terpencil ini. Fokus pembelajaran diarahkan pada penguasaan dasar-dasar Bahasa Indonesia, sembari menanamkan nilai-nilai luhur patriotisme dan cinta Tanah Air sejak usia dini, membekali mereka dengan fondasi kuat sebagai generasi penerus bangsa.

    Suasana belajar yang sederhana namun penuh interaksi tercipta. Anak-anak menunjukkan antusiasme luar biasa, menyambut kehadiran para prajurit TNI sebagai guru sementara. Kehadiran mereka tak hanya memberikan warna baru dalam proses belajar, tetapi juga menjadi pemicu semangat dan kepercayaan diri para siswa untuk terus menempuh pendidikan dan merajut mimpi-mimpi besar.

    Danpos Wangbe, Kapten Inf Gery, menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi komitmen Satgas Yonif 732/Banau dalam upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah penugasan.

    “Program Papua Melek adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan di daerah perbatasan. Kami ingin anak-anak Papua memiliki semangat belajar yang tinggi dan keyakinan bahwa mereka memiliki masa depan yang sama cerahnya dengan anak-anak di daerah lain, ” ujar Kapten Inf Gery.

    Dukungan dan apresiasi datang dari masyarakat Kampung Wangbe. Tinus, salah satu warga, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran personel TNI yang sangat membantu kegiatan belajar anak-anak.

    “Kehadiran bapak-bapak TNI dari Pos Wangbe sangat membantu kami. Anak-anak mendapat tambahan ilmu dan pengalaman belajar yang menyenangkan, sehingga semangat mereka untuk sekolah semakin besar, ” ungkap Tinus.

    Melalui program “Papua Melek”, Satgas Yonif 732/Banau menunjukkan bahwa peran mereka melampaui sekadar menjaga batas negara. Mereka adalah sahabat masyarakat yang aktif berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan generasi penerus bangsa di belantara Papua Pegunungan. (Wartamiliter)

    papuamelek yonif732banau tniuntukpendidikan satgaspamtas papuapegunungan pendidikanperbatasan
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Marinir AL Donor Darah, Harapan Baru Warga...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 732/Banau Dekatkan Layanan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Babinsa Jagebob Hadiri Rapat Kampung Mimi Baru, Perkuat Kesepakatan Perkam Hewan Ternak
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Honai ke Honai: TNI Pererat Persaudaraan di Pedalaman Papua
    Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya Bawa Layanan Kesehatan ke Pedalaman Sinak
    Marinir Datangi Rumah Warga, Satgas Yonif 10 Marinir/SBY Gelar Layanan Kesehatan Door to Door di Kampung Aisa

    Ikuti Kami