PUNCAK - Kehadiran prajurit TNI di jantung Papua kini tak hanya sebatas menjaga kedaulatan negeri, namun juga merawat denyut nadi kesehatan masyarakat di pelosok terpencil. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau, melalui Pos Ambobera, menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menggelar program Pelayanan Kesehatan Door to Door (Pastoor). Inisiatif ini bukan sekadar program, melainkan wujud nyata kepedulian untuk menjangkau setiap rumah di Kampung Ambobera, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Senin (19/1/2026).
Dipimpin langsung oleh Tim Medis Satgas, Serda Julius, kegiatan ini secara proaktif menyasar warga yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, terutama puskesmas yang lokasinya kerap berjauhan. Seluruh personel kesehatan yang diturunkan tak kenal lelah melakukan pemeriksaan kondisi umum, memantau tekanan darah, mendistribusikan obat-obatan dasar, serta tak lupa memberikan edukasi vital mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.

Pendekatan humanis menjadi landasan utama pelayanan ini, dengan prioritas menyasar kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta warga yang mengalami keluhan kesehatan ringan. Sambutan hangat dan rasa syukur tak henti mengalir dari masyarakat. Kehadiran para prajurit dari satu rumah ke rumah lainnya disambut dengan senyum, sebuah bukti nyata bahwa mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan bantuan langsung yang sangat berarti.
Letda Inf Gaol, Komandan Pos Ambobera, dengan tegas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab moral dan sosial Satgas selama mengemban tugas pengamanan di garis depan bangsa.
“Selain menjaga keamanan wilayah, kami juga memiliki kewajiban untuk memastikan masyarakat di perbatasan tetap sehat. Melalui pelayanan door to door ini, kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat dari perhatian, terutama mereka yang sulit menjangkau layanan kesehatan, ” ujar Letda Inf Gaol.
Tak hanya dari pihak Satgas, apresiasi mendalam juga datang dari lubuk hati warga Kampung Ambobera. Mama Nitu, salah satu penerima manfaat langsung dari program Pastoor, tak kuasa menahan rasa syukurnya atas kehadiran prajurit TNI yang rela datang langsung ke kediamannya.
“Kami di sini jarang bisa pergi ke puskesmas karena jarak dan kondisi. Bapak-bapak TNI datang periksa kesehatan, kasih obat, dan jelaskan cara hidup sehat. Ini sangat membantu kami. Terima kasih TNI, ” ungkap Mama Nitu.
Melalui program Pastoor yang inovatif ini, Satgas Yonif 732/Banau menegaskan kembali komitmen abadi mereka untuk terus hadir sebagai sahabat masyarakat. Lebih dari sekadar menjaga batas negara, mereka berdedikasi merawat kehidupan dan kesehatan seluruh rakyat di wilayah perbatasan Papua Tengah, membuktikan bahwa pengabdian TNI tak pernah mengenal batas geografis. (Wartamiliter)

Updates.