INTAN JAYA - Di tengah selimut kabut pegunungan Kampung Hitadipa, Intan Jaya, Papua Tengah, hadir sekelompok prajurit TNI yang membawa bukan hanya tugas pengamanan, melainkan juga kehangatan hati. Satuan Tugas (Satgas) Yonif 712/Wiratama (WT) pada Sabtu (31/1/2026) menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) yang menyentuh, membuktikan bahwa kehadiran mereka adalah jembatan empati bagi masyarakat pedalaman.
Dengan pendekatan yang jauh dari kesan formalitas, para prajurit duduk akrab bersama warga. Percakapan mengalir bagai keluarga, membicarakan segala hal mulai dari kesehatan yang kadang terabaikan, perjuangan menggarap kebun demi sesuap nasi, hingga impian anak-anak Papua untuk masa depan yang lebih cerah. Tidak ada sekat, hanya ruang terbuka untuk berbagi cerita dan aspirasi.
Kegiatan ini lebih dari sekadar program teritorial; ia adalah denyut nadi kepercayaan yang terus diperkuat antara TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari warga Hitadipa memberikan rasa aman yang menenangkan, sekaligus suntikan semangat yang tak ternilai harganya.
Sebagai wujud nyata kepedulian yang melampaui kata-kata, Satgas Yonif 712/WT tak lupa membawa bingkisan sederhana namun bermakna. Pembagian Baju Sargal (Sarana Penggalangan) disambut riuh rendah penuh sukacita, terutama oleh anak-anak yang wajahnya berbinar dan para orang tua yang merasakan sentuhan penghargaan.
Kapten Inf Willy Limpong, Perwira Seksi Teritorial Satgas Yonif 712/WT, menekankan esensi dari setiap langkah mereka di tanah Papua.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran TNI bukan untuk memberi jarak, melainkan menghapus batas. Setiap keluh kesah warga Hitadipa adalah bagian dari tanggung jawab kami, dan setiap senyum mereka adalah kebahagiaan bagi prajurit, ” tegas Kapten Willy.
Sambutan hangat dari masyarakat menjadi bukti nyata. Tawa riang anak-anak yang bermain, senyum tulus para ibu, dan tatapan penuh harapan dari para bapak, semuanya adalah cerminan bagaimana sentuhan kemanusiaan mampu merajut kembali ketenangan dan menanam benih optimisme di setiap sudut wilayah pedalaman.
Melalui dialog yang tulus dan kepedulian yang berakar dari hati, Satgas Yonif 712/Wiratama menegaskan bahwa merajut kedamaian di Papua bukanlah sekadar tentang kekuatan senjata, melainkan tentang kekuatan kasih, empati, dan kepedulian yang terus mengalir di tengah nadi kehidupan masyarakat. (Wartamiliter)

Jefri Jayapura