LANNY JAYA - Di tengah keheningan pedalaman Papua, sebuah pemandangan haru tersaji di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya. Prajurit Satgas Yonif 408/Sbh TK Andugume pada Sabtu (31/1/2026) tak ragu turun langsung ke ladang, berbagi keringat bersama seorang Mama Papua dalam aktivitas panen hasil kebun yang menjadi denyut nadi perekonomian keluarga. Momen sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa bakti TNI tidak hanya terukir di medan pertempuran, namun juga melalui sentuhan kemanusiaan yang membumi.
Dengan senyum tulus dan semangat gotong royong, para prajurit bahu-membahu memetik sayuran segar dan membantu mengangkut hasil panen. Tak ada jarak, tak ada sekat, hanya kehangatan kebersamaan yang mewarnai setiap langkah di hamparan kebun yang hijau. Bagi masyarakat Papua, ladang adalah sumber kehidupan, dan uluran tangan para prajurit ini bukan sekadar meringankan beban, melainkan juga menumbuhkan rasa dihargai dan diperhatikan.
Komandan Pos Andugume, Kapten Inf Nur Ikhsan, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan keseharian masyarakat adalah inti dari pendekatan teritorial humanis yang diusung Satgas Yonif 408/Sbh.
“Kami ingin kehadiran Satgas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan membantu mama-mama Papua di kebun, kami membangun kedekatan, kepercayaan, dan rasa kekeluargaan. Kami tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga hadir sebagai saudara bagi masyarakat, ” ujarnya.
“Bapak-bapak TNI baik sekali, mau bantu kami kerja di kebun. Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih banyak, semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak semua, ” tutur Mama Papua pemilik kebun dengan raut wajah penuh syukur, senyumnya merekah indah.
Kegiatan yang sarat makna ini memperkuat ikatan emosional antara TNI dan masyarakat. Satgas Yonif 408/Sbh TK Andugume terus menanamkan nilai persaudaraan dan kemanusiaan, menjadi cerminan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua adalah untuk menjaga, melayani, dan mengabdi demi terwujudnya kedamaian dan harapan. (Wartamiliter)
