LANNY JAYA - Di tengah heningnya kesedihan yang menyelimuti Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, kehadiran prajurit TNI dari Satgas Yonif 408/Sbh bagai embun penyejuk bagi keluarga almarhum Wirimbuk Kogoya. Pada Senin, (26/1/2026), momen duka ini menjadi saksi bisu eratnya ikatan emosional antara TNI dan masyarakat Papua Pegunungan.
Bukan sekadar melayat, personel Satgas Yonif 408/Sbh hadir sebagai bagian dari keluarga besar. Mereka turut serta dalam setiap tahapan prosesi adat pemakaman, meringankan beban fisik yang dipikul keluarga yang berduka. Tak hanya itu, uluran tangan nyata pun diberikan melalui bantuan sembako, sebuah gestur kepedulian yang menghangatkan di tengah kehilangan.
Lebih dari sekadar bantuan materi, dukungan moril dan doa tulus mengalir deras dari para prajurit. Harapan agar keluarga almarhum diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan menjadi penguat batin. Pendekatan humanis ini menegaskan kembali peran mulia TNI sebagai pelindung dan pengayom, terutama di saat-saat terberat.
Danpos Wamitu, Kapten Inf Indra, dengan tegas menyatakan bahwa kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan panggilan hati dan tanggung jawab moral.
"Kami hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai saudara dan keluarga bagi masyarakat. Dalam suasana duka seperti ini, kehadiran dan kepedulian menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Satgas Yonif 408/Sbh akan selalu bersama warga, baik dalam suka maupun duka, " ujar Kapten Inf Indra.
Perasaan haru dan terima kasih tak terhingga terucap dari perwakilan keluarga almarhum Wirimbuk Kogoya.
"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah datang, membantu, dan menguatkan kami. Kehadiran ini sangat berarti bagi keluarga kami di saat duka. Tuhan memberkati, " ungkap salah satu anggota keluarga.
Kisah di Kampung Wamitu ini menjadi cerminan nyata komitmen Satgas Yonif 408/Sbh untuk selalu hadir dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat. Di tanah Papua Pegunungan, kehadiran prajurit TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menabur benih-benih kemanusiaan, empati, dan persaudaraan yang tak ternilai harganya. (Wartamiliter)
