Papua Melek: Satgas TNI Gerakkan Literasi Anak Beoga

    Papua Melek: Satgas TNI Gerakkan Literasi Anak Beoga

    PUNCAK - Di tengah hamparan alam Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, sebuah gerakan mulia tengah bergulir. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau melalui Pos Dangbet berinisiatif menghidupkan kembali semangat belajar anak-anak Kampung Dangbet dengan program bertajuk “Papua Melek”. Kegiatan yang dipelopori oleh Sertu Yusran ini, pada Minggu (1/2/2026), difokuskan untuk mengajarkan dasar-dasar Bahasa Indonesia serta kemampuan membaca dan menulis kepada para bocah.

    Suasana ceria menyelimuti area sekitar Pos Dangbet saat para prajurit dengan sabar dan penuh kasih membimbing anak-anak. Pendekatan yang dilakukan sangatlah santai dan menyenangkan, layaknya seorang kakak atau paman yang sedang bermain sambil mengajari. Mulai dari pengenalan huruf, angka, hingga percakapan sederhana dalam Bahasa Indonesia, semuanya disajikan dengan metode yang tak membosankan.

    Tak hanya teori, pembelajaran dikemas melalui permainan edukatif yang interaktif serta lantunan lagu-lagu ceria. Hal ini terbukti ampuh membuat anak-anak tetap antusias dan mudah menyerap materi yang disampaikan. Harapannya, proses belajar bukan lagi menjadi beban, melainkan sebuah petualangan yang menyenangkan.

    Komandan Pos Dangbet, Kapten Inf Henry, mengungkapkan bahwa program Papua Melek ini merupakan wujud nyata komitmen Satgas Yonif 732/Banau dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan.

    “Program Papua Melek ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang sejalan dengan tugas kami. Pendidikan adalah pondasi utama. Dengan membekali anak-anak kemampuan baca tulis dan bahasa Indonesia, kami berharap dapat membuka wawasan serta peluang yang lebih luas bagi masa depan mereka, ” tegas Kapten Henry.

    Dukungan dan apresiasi datang tak hanya dari jajaran TNI, namun juga dari masyarakat setempat. Marley, seorang ayah di Kampung Dangbet, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas inisiatif para prajurit TNI.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Dangbet. Akses belajar di sini masih terbatas. Dengan kesabaran mereka mengajar, anak-anak jadi lebih semangat dan mulai mengenal huruf serta angka. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, ” ungkap Marley.

    Melalui program Papua Melek, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau membuktikan bahwa tugas pengamanan wilayah dapat berjalan beriringan dengan kontribusi nyata dalam membangun masa depan generasi muda Papua. Pendekatan edukatif dan humanis ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, menabur benih pengetahuan demi masa depan yang lebih cerah. (Wartamiliter)

    satgasyonif732banau papuamelek tnihumanis pendidikanperbatasan beoga papua generasimudapapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 732/Banau Bersama Warga Dangbet,...

    Artikel Berikutnya

    Marinir Borong Hasil Kebun, Pulihkan Ekonomi...

    Berita terkait