PUNCAK - Di tengah keindahan Puncak Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sebuah aksi nyata dari Satuan Tugas (Satgas) RI–PNG Mobile Yonif 600/Modang pada Minggu (1/2/2026) telah menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat lokal. Prajurit TNI ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi investor dadakan bagi para petani di wilayah tersebut, memborong hasil bumi mereka dengan harga yang pantas.
Langkah ini menjadi bukti kepedulian mendalam Satgas Yonif 600/Modang terhadap nasib para petani yang menggantungkan hidup dari pertanian. Di tengah tantangan akses pasar dan sarana distribusi yang terbatas, kehadiran prajurit TNI membuka harapan baru bagi mereka untuk menjual hasil kerja kerasnya.
Berbagai komoditas segar seperti ubi jalar, aneka sayuran, buah-buahan tropis, serta hasil kebun lokal lainnya dibeli langsung oleh para anggota Satgas. Momen ini disambut dengan suka cita oleh warga. Raut wajah antusias dan rasa syukur terpancar jelas, menandakan betapa berartinya serapan hasil panen mereka secara langsung.
“Kami sangat senang dan merasa terbantu. Biasanya hasil kebun sulit dijual, tetapi sekarang bapak-bapak TNI datang membeli langsung. Ini sangat berarti bagi kami, ” ungkap salah seorang warga Puncak Ilaga, yang merasakan langsung dampak positif kegiatan ini.
Komandan Satgas RI–PNG Mobile Yonif 600/Modang, Letkol Inf Dipa Dipura, M.Han, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi pembinaan teritorial dan komunikasi sosial yang dijalankan Satgas selama bertugas di tanah Papua.
“Kegiatan ini adalah wujud peran TNI sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat rakyat. Selain menjaga stabilitas keamanan, kami juga berupaya mendorong perekonomian masyarakat agar terus tumbuh dan berkelanjutan, ” tegas Letkol Inf Dipa Dipura.
Melalui pendekatan yang humanis dan semangat kebersamaan, Satgas Yonif 600/Modang terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus menumbuhkan optimisme dan kesejahteraan bagi seluruh warga Puncak Ilaga.
