PUNCAK - Di tengah bentangan alam Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau tak henti merajut benang kebersamaan dengan masyarakat. Pada Minggu, (1/2/2026), personel Pos Dangbet berbaur dalam khidmat ibadah Minggu bersama warga Kampung Dangbet. Momen ini menjadi saksi bisu tumbuhnya ikatan emosional dan spiritual yang semakin menguat.
Dipimpin langsung oleh Lettu Inf Simbolon, ibadah yang berlangsung penuh kekhusyukan ini diikuti tak hanya oleh prajurit TNI, namun juga oleh seluruh elemen masyarakat setempat. Lantunan doa dan pujian yang bergema menciptakan suasana haru, menggambarkan betapa eratnya persaudaraan yang terjalin di pedalaman Papua ini.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini merupakan manifestasi nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Kehadiran para prajurit dalam setiap aktivitas warga, termasuk momen sakral seperti ibadah, senantiasa menumbuhkan rasa aman, kepercayaan, dan solidaritas yang mendalam.
“Kami berada di sini bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Dangbet. Ibadah bersama ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga, ” ujar Lettu Simbolon, menegaskan komitmen Satgas untuk hadir sepenuhnya di tengah masyarakat.
Dukungan dan apresiasi datang dari tokoh masyarakat Kampung Dangbet, Tejaki. Ia menyambut hangat kehadiran prajurit TNI dalam kegiatan ibadah.
“Kami merasa senang dan terhormat bisa beribadah bersama bapak-bapak TNI. Kehadiran kalian membuat kami merasa aman dan damai. Kebersamaan seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut, ” ungkap Tejaki, sebuah ungkapan tulus yang merangkum harapan masyarakat.
Melalui setiap langkah dan kebersamaan, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau terus membuktikan diri bukan hanya sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa, melainkan juga sebagai perekat spiritual dan sosial bagi masyarakat Papua.
