Prajurit Brajawijaya Jadi Guru, Sebarkan Asa Pendidikan di Pedalaman Nduga

    Prajurit Brajawijaya Jadi Guru, Sebarkan Asa Pendidikan di Pedalaman Nduga

    NDUGA - Di tengah keterbatasan akses pendidikan di pedalaman Papua, prajurit TNI dari Satgas Yonif 300/Brajawijaya mengambil peran tak terduga: menjadi guru bagi anak-anak Kampung Mumugu. Senin (26/1/2026), personel Titik Kuat Batas Batu yang dipimpin Letda Inf M. Jusriadi menyambangi SD Aloysius di Distrik Kenyam, membawa semangat baru bagi para siswa.

    Kedatangan para prajurit disambut meriah oleh wajah-wajah polos para siswa. Di dalam ruang kelas yang sederhana, para personel Satgas dengan sigap beralih profesi menjadi pendidik. Mereka mengajarkan dasar-dasar membaca, menulis, dan berhitung, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang krusial bagi pembentukan karakter generasi penerus.

    Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Satgas Yonif 300/Brajawijaya, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Interaksi yang terjalin antara prajurit dan anak-anak berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan harmoni yang kuat antara TNI dan masyarakat setempat.

    Dansatgas Yonif 300/Brajawijaya menekankan pentingnya kehadiran prajurit yang memberikan dampak positif dan menjadi inspirasi di wilayah penugasan.

    “Kehadiran kami di wilayah penugasan harus menjadi solusi dan inspirasi. Apa yang dilakukan prajurit Titik Kuat Batas Batu di SD Aloysius merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, ” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis adalah kunci untuk membangun kepercayaan, terutama di kalangan generasi muda.

    “Kami ingin anak-anak Kampung Mumugu merasa memiliki kakak, ayah, dan sahabat dalam diri prajurit Brajawijaya. Biarlah seragam ini menjadi sandaran bagi mereka untuk bermimpi dan menatap masa depan setinggi langit, ” lanjut Dansatgas.

    Lebih dari sekadar membantu proses belajar-mengajar, kegiatan edukatif ini juga bertujuan menanamkan semangat pantang menyerah, keberanian, dan harapan di hati anak-anak pedalaman. Kehadiran prajurit di SD Aloysius menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga turut serta membangun masa depan Papua melalui jalur pendidikan. (Wartamiliter)

    yonif300brajawijaya tnihadiruntukrakyat pendidikanpapua brajawijayamengabdi kemanunggalantnirakyat papuacerdas
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI dan Rakyat Papua: Kemanunggalan yang...

    Artikel Berikutnya

    Sentuhan Iman Satgas Raja Alam di Pedalaman...

    Berita terkait