INTAN JAYA - Di tengah hamparan hijau Kampung Bulapa, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah inisiatif menyentuh hati mulai bersemi. Pada Kamis, 22 Januari 2026, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Mobile Yonif 712/Wira Tama (WT) meluncurkan program Borong Hasil Tani (ROSITA), sebuah langkah nyata yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi kampung, tetapi juga merajut benang persaudaraan yang lebih erat.
Sejak mentari pagi menyapa, para prajurit TNI dengan langkah sigap menyambangi satu per satu pondok warga dan titik kumpul para petani. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan senyum hangat dan pendekatan humanis, mereka membeli berbagai hasil bumi yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat setempat. Mulai dari sayur-mayur segar, ubi yang mengenyangkan, hingga jagung yang melimpah, semuanya dibeli dengan harga yang pantas dan kompetitif. Langkah ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus berjuang melewati medan yang sulit dan berisiko demi menjual hasil panen mereka ke pasar.
Komandan TK Bulapa, Lettu Inf Dhedy, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Satgas untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menabur benih rasa aman dan kebersamaan.
“Kami hadir bukan sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Bulapa. Apa yang menjadi kesulitan warga akan kami bantu, sekaligus menghadirkan rasa aman dan kepercayaan, ” ujar Lettu Inf Dhedy, matanya memancarkan ketulusan di sela-sela aktivitas.
Dampak positif program ini langsung dirasakan oleh para petani. Dengan hasil kebun yang langsung diborong, mereka kini memiliki akses cepat terhadap uang tunai untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Lebih dari itu, waktu dan tenaga yang sebelumnya terkuras untuk perjalanan panjang menuju pasar kini dapat dialokasikan untuk hal-hal lain yang lebih produktif.
Seorang Mama Papua, dengan noken (tas tradisional Papua) berisi hasil kebun yang penuh, tak mampu menahan haru. Senyum tulus merekah di wajahnya saat seluruh hasil panennya dibeli oleh prajurit Satgas.
“Tuhan memberkati bapak-bapak TNI. Hari ini saya tidak perlu jalan jauh. Saya bisa langsung pulang masak untuk anak-anak karena hasil kebun sudah laku semua, ” ucapnya penuh syukur.
Kepala Kampung Bulapa, Ernest Kobogau, turut menyampaikan apresiasinya yang mendalam. Ia melihat kehadiran Satgas tidak hanya membawa ketenangan, tetapi juga memberikan bantuan nyata yang dirasakan langsung oleh warganya.
“Kami sangat bersyukur. Kehadiran bapak-bapak TNI membawa ketenangan dan banyak membantu kami. Bapak TNI sudah menjadi keluarga bagi masyarakat Bulapa, ” ungkapnya dengan nada bangga.
Program ROSITA ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas Yonif 712/WT di Tanah Papua melampaui sekadar tugas pengamanan wilayah. Ia menjelma menjadi agen perubahan yang menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih sejahtera dan damai di setiap sudut Bumi Cenderawasih. (Wartamiliter)

Updates.