LANNY JAYA - Di tengah kehangatan pegunungan Lanny Jaya, sebuah inisiatif sederhana dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 408/Sbh menyentuh hati. Kamis (22/1/2026), prajurit TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga memastikan perut mungil anak-anak Kampung Tumbupur terisi sebelum mereka merajut cita-cita di Rumah Pintar Tumbupur, Distrik Kuyawage. Ini bukan sekadar makanan, melainkan sebentuk investasi masa depan.
Suasana haru mewarnai momen tersebut. Anak-anak duduk rapi di bangku kayu sederhana, menanti hidangan yang disajikan dengan penuh kasih. Sorot mata mereka yang berbinar, senyum tulus, dan tawa riang menjadi bukti betapa sepiring nasi dan lauk bergizi mampu membangkitkan optimisme. Bagi mereka, kebersamaan ini adalah pengingat bahwa ada perhatian dan cinta yang menemani langkah mereka dalam menuntut ilmu.
Kapten Inf Panca, Danpos TK Tumbupur, menjelaskan esensi kegiatan ini. “Kami ingin anak-anak belajar dalam kondisi yang baik. Kalau perut lapar, tentu sulit berkonsentrasi. Karena itu, sebelum belajar kami beri mereka makan terlebih dahulu. Ini bentuk kepedulian dan cinta kami kepada anak-anak Papua, karena merekalah harapan masa depan, ” katanya.
Tak hanya perut yang terisi, semangat belajar pun membuncah. Anak-anak terlihat lebih antusias dan aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Mereka tak ragu mengajukan pertanyaan, menunjukkan rasa ingin tahu yang besar untuk memahami setiap materi yang disampaikan para prajurit.
“Kami senang sekali, Om Tentara kasih makan dulu baru belajar. Kalau sudah makan, kami kuat belajar dan tidak lapar, ” ujar salah seorang anak dengan polos, senyumnya merekah lebar.
Temannya menambahkan dengan nada malu-malu namun penuh keyakinan, “Terima kasih Om Tentara. Kami mau rajin sekolah supaya bisa jadi orang pintar.”
Lebih dari sekadar tugas pengamanan, kehadiran Satgas Yonif 408/Sbh di Kampung Tumbupur telah menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang mendalam. Dari sepiring makanan sederhana, tumbuh semangat belajar dan harapan besar bagi generasi penerus bangsa Papua untuk meraih masa depan yang lebih cerah. (Wartamiliter)
