Jayapura – Dalam rangka meningkatkan wawasan serta kesadaran prajurit terhadap pentingnya menjaga kesehatan otak, Kodim 1701/Jayapura mengikuti seminar kesehatan berupa ceramah ilmiah tentang penyakit dan gangguan otak yang disampaikan oleh pakar bedah saraf, Prof. Dr. dr. D. de Eka Lullanta Walioepramona, SpBS(I), PhD. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual conference (vicon), terpusat di Aula Tony Rompis Kodam XVII/Cenderawasih, dan diikuti langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P., Jumat (30/1/2026).
Seminar ilmiah ini diikuti oleh Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf Taufik Hidayat, didampingi Kepala Staf Kodim 1701/Jayapura Letkol Arm Mustafa Lara, S.T., M.IP., serta prajurit dan Kodim 1701/Jayapura.
Dalam paparannya, Prof. Eka menyampaikan beberapa hal secara komprehensif mengenai brain lesion (lesi otak) dan brain disease (penyakit otak), meliputi pengertian, perbedaan, keterkaitan, gejala klinis, serta pentingnya deteksi dini.
Dijelaskan bahwa brain lesion merupakan kondisi adanya kerusakan atau area abnormal pada jaringan otak yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan CT-scan maupun MRI, dengan penyebab antara lain stroke, tumor otak, cedera kepala, infeksi, peradangan, maupun kelainan bawaan sejak lahir.
Sementara itu, brain disease merupakan penyakit yang menyerang fungsi maupun struktur otak, seperti stroke, epilepsi, tumor otak, Alzheimer, Parkinson, meningitis, serta gangguan neurologis lainnya. Disampaikan pula bahwa lesi otak dapat menjadi bagian dari suatu penyakit otak, namun tidak semua lesi menunjukkan adanya penyakit yang aktif.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Eka juga membahas secara mendalam mengenai stroke sebagai salah satu kondisi kegawatdaruratan medis, mulai dari pengertian, tanda dan gejala khas dengan prinsip FAST (Face, Arm, Speech, Time), perbedaan stroke iskemik dan hemoragik, hingga pentingnya penanganan yang cepat dan tepat.
Selain itu, peserta seminar dibekali pemahaman tentang langkah-langkah pencegahan stroke, antara lain dengan mengendalikan tekanan darah, berhenti merokok, mengontrol kadar gula darah dan kolesterol, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Seminar ini juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan relaksasi otak, khususnya bagi prajurit TNI yang memiliki beban tugas dan tekanan kerja tinggi, guna menjaga ketajaman berpikir, stabilitas emosi, serta kualitas pengambilan keputusan dalam pelaksanaan tugas.
Usai mengikuti kegiatan vicon, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf Taufik Hidayat menegaskan bahwa seminar ilmiah tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran prajurit akan pentingnya kesehatan otak sebagai pusat kendali tubuh dan pikiran.
“Kesehatan otak merupakan faktor vital bagi setiap prajurit. Otak yang sehat akan menghasilkan keputusan yang tepat, sikap yang tenang, serta kinerja yang optimal dalam setiap penugasan, ” tegas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa pemahaman mengenai gejala stroke, lesi otak, serta langkah-langkah pencegahannya merupakan bekal penting bagi prajurit dan keluarga agar mampu melakukan deteksi dini serta segera mendapatkan penanganan medis apabila diperlukan.
“Melalui seminar ini, kami berharap seluruh personel Kodim 1701/Jayapura semakin peduli terhadap kesehatan diri, mampu mengenali tanda bahaya sejak dini, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari kesiapan fisik dan mental prajurit, ” pungkasnya.
Dandim juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang menghadirkan narasumber berkompeten di bidang bedah saraf dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung pembinaan personel TNI AD yang profesional, sehat, dan selalu siap melaksanakan tugas. (Redaksi Papua)
