INTAN JAYA - Di tengah kehangatan pegunungan Papua Tengah, sebuah sinergi unik antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat lokal terjalin. Personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti melalui Pos Engganengga di Intan Jaya, pada Selasa (27/1/2026), tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun juga sebagai pewaris budaya. Mereka bersama para mama di Kampung Engganengga, dengan penuh semangat, belajar seluk-beluk pembuatan Noken, tas tradisional ikonik Papua.
Suasana akrab mewarnai kegiatan yang berlangsung di Kampung Engganengga. Para prajurit TNI tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan, mulai dari merangkai serat menjadi motif yang memukau, hingga sentuhan akhir yang memperkaya nilai estetika dan potensi jual Noken. Keahlian ini diwariskan turun-temurun oleh para mama kampung, yang kini berbagi ilmu dengan generasi baru, termasuk para penjaga perbatasan negara.

Kegiatan ini bukan sekadar transfer pengetahuan keterampilan semata, melainkan sebuah langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya Papua sekaligus membuka jalan bagi pengembangan produk unggulan kampung. Potensi ekonomi dari Noken Engganengga diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat.
Mama Maria Ubertina Tipagau (52), seorang tokoh gereja di Kampung Engganengga, tak kuasa menahan rasa harunya. Ia mengungkapkan apresiasinya yang mendalam atas kehadiran dan niat tulus para personel TNI.
“Kami sangat senang anak-anak TNI datang dan mau belajar membuat Noken. Mereka ramah, rajin, dan sungguh-sungguh belajar. Kami berharap ilmu ini bisa mereka bawa dan kegiatan seperti ini terus berlanjut, ” ujar Mama Tina, sembari matanya berkaca-kaca penuh kebahagiaan.
Komandan Pos Engganengga, Kapten Inf Rizki Hidayatullah, S.T (Han), menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud pendekatan humanis Satgas dalam membangun jembatan hati dengan masyarakat.
“Tujuan kami adalah memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan keterampilan warga dalam mengembangkan produk lokal, ” jelasnya dengan mantap.
Kapten Rizki menambahkan harapannya agar kolaborasi ini dapat menjadikan Noken Kampung Engganengga sebagai produk kebanggaan yang mampu menembus pasar lebih luas, membawa dampak ekonomi yang signifikan.
“Kami ingin kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian lokal, ” pungkas Kapten Rizki, menyiratkan komitmen jangka panjang.
Melalui pembelajaran budaya yang sarat makna dan pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal ini, Satgas Yonif 113/Jaya Sakti membuktikan bahwa kehadiran mereka di pedalaman Papua lebih dari sekadar menjaga keamanan. Mereka adalah mitra pembangunan sosial dan budaya yang turut serta mengangkat harkat dan martabat masyarakat.

Updates.