TNI dan Warga Julukoma Bersatu dalam Doa di Perbatasan

    TNI dan Warga Julukoma Bersatu dalam Doa di Perbatasan

    PUNCAK - Di tengah teriknya matahari dan luasnya bentangan alam perbatasan RI-PNG, sebuah pemandangan kehangatan terpancar dari Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Minggu (25/1/2026) menjadi saksi bisu bagaimana personel Pos Julukoma dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tak hanya menjalankan tugas pengamanan, namun juga merajut kebersamaan melalui kegiatan ibadah Minggu bersama warga setempat.

    Suasana khidmat menyelimuti setiap sudut ruang ibadah, dipimpin langsung oleh Serda Sauhoka. Tak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian sipil; seluruh personel Pos Julukoma dan masyarakat larut dalam satu nada, satu doa. Ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah ruang terbuka untuk saling menyapa, berbagi cerita, dan mempererat tali persaudaraan di wilayah yang seringkali terasa jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

    Komandan Pos Julukoma, Lettu Inf Dismas, menjelaskan lebih dalam mengenai makna di balik kegiatan ini. Baginya, ibadah bersama adalah wujud nyata dari pendekatan humanis yang diusung TNI. Ia meyakini bahwa penguatan spiritual tak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga bagi para prajurit yang bertugas jauh dari keluarga.

    “Kegiatan ibadah bersama ini merupakan upaya kami untuk membangun keharmonisan. Prajurit di perbatasan juga membutuhkan penguatan spiritual. Dengan beribadah bersama warga, kami bisa saling menguatkan dan menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai pengaman wilayah, tetapi juga sebagai sahabat dan bagian dari masyarakat, ” ujar Lettu Inf Dismas.

    Sentuhan hati para prajurit ini tak luput dari perhatian warga. Tanus, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Julukoma, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Baginya, kehadiran TNI dalam momen sakral seperti ibadah memberikan rasa aman dan kedekatan yang tak ternilai.

    “Kami sangat senang dan merasa dihargai. Kehadiran bapak-bapak TNI dalam ibadah bersama membuat kami merasa dekat dan dilindungi. Ini bukti bahwa mereka tidak hanya menjaga tanah kami, tetapi juga menjaga hati masyarakat, ” tuturnya.

    Melalui setiap langkah kecil seperti ibadah bersama ini, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau terus membuktikan komitmennya. Bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga merawat harmoni sosial, menumbuhkan persatuan, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di garis depan tanah air. (Wartamiliter)

    sahabatbanau yonif732 satgaspamtas ibadahbersama tnihumanis perbatasanri_png
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI Yonif 732 Beribadah Bersama Warga Ambobera,...

    Artikel Berikutnya

    Marinir Bagikan Sembako Pasc-Ibadah Minggu...

    Berita terkait