LANNY JAYA - Di tengah kehangatan kebersamaan, prajurit Tentara Nasional Indonesia dari Satgas Yonif 408/Sbh di Nenggeagin, Lanny Jaya, Papua Pegunungan, tak hanya menjaga keamanan, namun juga merajut tali persaudaraan melalui kegiatan keagamaan. Minggu (25/1/2026) menjadi saksi bisu khidmatnya ibadah Minggu yang digelar bersama masyarakat Kampung Nenggeagin di Gereja KINGMI Nenggeagin.
Suasana penuh ketundukan menyelimuti gereja sederhana itu. Prajurit TNI dan warga duduk bersila di lantai yang sama, menyatukan hati dalam doa dan pujian. Momen ini lebih dari sekadar ibadah; ia adalah lambang kokohnya persatuan tanpa sekat, wujud pendekatan humanis Satgas yang bertujuan membangun kepercayaan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di pedalaman Papua.
Kapten Inf Subur, Komandan Pos Nenggeagin, menekankan betapa pentingnya kegiatan keagamaan bagi Satgas. Ia melihat ibadah bersama sebagai jembatan untuk menguatkan ikatan batin dengan masyarakat.
“Melalui ibadah bersama ini, kami ingin menguatkan iman sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan dengan warga. Doa menjadi sarana untuk menenangkan hati, mempererat hubungan, dan membangun kebersamaan. Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berjalan bersama masyarakat dalam suka dan duka, ” ujar Kapten Inf Subur.
Kehadiran para prajurit disambut dengan hati yang gembira oleh warga. Salah satu jemaat Gereja KINGMI Nenggeagin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kedekatan yang terjalin.
“Kami merasa senang dan terharu karena bapak-bapak TNI mau beribadah bersama kami. Kami merasa aman, dihargai, dan dianggap sebagai keluarga. Ini sangat berarti bagi kami, ” tuturnya.
Satgas Yonif 408/Sbh TK Nenggeagin menegaskan kembali komitmennya melalui kegiatan ini. Mereka bertekad untuk terus merajut persaudaraan, memperkuat iman, dan berkontribusi pada terciptanya suasana yang aman, damai, dan harmonis di Bumi Cenderawasih. (Wartamiliter)

Updates.