Bersama Marinir, Warga Maybrat Bangun Gapura Simbol Persatuan di Perbatasan

    Bersama Marinir, Warga Maybrat Bangun Gapura Simbol Persatuan di Perbatasan
    Personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY bersama warga bahu-membahu membangun sebuah gapura Kampung Sorry, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (1/2/2026).

    MAYBRAT - Di tanah perbatasan yang sarat akan makna, semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat kembali membara. Minggu (1/2/2026), personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY bersama warga Kampung Sorry, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, bahu-membahu membangun sebuah gapura. Tangan-tangan yang terbiasa memegang senjata kini terampil mengangkut material dan merajut konstruksi, sementara warga setempat memberikan dukungan penuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat persatuan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampung halaman.

    Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Aris Moko, menggarisbawahi arti penting dari inisiatif sederhana namun mendalam ini. Baginya, gapura yang kelak berdiri kokoh bukan sekadar penanda geografis, melainkan sebuah monumen hidup yang melambangkan eratnya hubungan antara Satgas Marinir dan masyarakat Kampung Sorry.

    “Melalui gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan. Gapura ini bukan sekadar penanda kampung, tetapi simbol kuatnya hubungan Satgas dengan masyarakat Kampung Sorry, ” kata Letkol Marinir Aris Moko.

    Beliau menambahkan, keterlibatan aktif warga dalam setiap tahapan pembangunan diharapkan dapat memupuk rasa kepemilikan yang lebih dalam. Dengan begitu, masyarakat akan semakin terdorong untuk turut serta menjaga dan memajukan kampung mereka sendiri. Harapan besar disematkan agar semangat partisipasi ini terus berlanjut, menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan maju.

    Respon positif datang dari warga Kampung Sorry. Mereka menyambut hangat kehadiran Satgas Marinir, yang tidak hanya menjalankan tugas mulia menjaga kedaulatan negara di garis terdepan, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan sosial kemasyarakatan. Kehadiran mereka membawa angin segar, semangat baru, dan rasa aman yang berharga.

    “Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran Satgas memberi semangat dan rasa aman bagi masyarakat. Semoga kebersamaan seperti ini terus berlanjut, ” ungkap salah seorang warga Kampung Sorry dengan senyum tulus.

    Kegiatan gotong royong pembangunan gapura ini sejatinya adalah perwujudan dari pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY. Lebih dari sekadar membangun fisik, program ini bertujuan untuk merajut benang-benang persatuan, mempererat tali silaturahmi, dan mendukung kemajuan masyarakat di salah satu sudut terpenting Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    (Wartamiliter)

    satgaspamtasripng mariniruntukrakyat tnimanunggalrakyat gotongroyongperbatasan maybratdamai papuamaju
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Sentuhan Kasih Satgas Yonif 712/WT di Hitadipa:...

    Artikel Berikutnya

    Roti Hangat Satgas Yonif 113: Pelukan Persaudaraan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Papua Melek: Satgas TNI Gerakkan Literasi Anak Beoga
    Hangatnya Kebersamaan: Satgas Yonif 113/JS dan Warga Bilai Berbagi Tawa di Meja Makan
    Satgas Yonif 113 Hangatkan Homeyo: WiFi Gratis dan Manisnya Kebersamaan
    Roti Hangat Satgas Yonif 113: Pelukan Persaudaraan di Intan Jaya
    Bersama Marinir, Warga Maybrat Bangun Gapura Simbol Persatuan di Perbatasan

    Ikuti Kami