YAHUKIMO - Di tengah hamparan hijau pedalaman Papua Pegunungan, kehadiran prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak hanya sebatas menjaga kedaulatan. Rabu (28/1/2026) lalu, momen hangat tercipta di Kampung Keikey, Kabupaten Yahukimo, saat para marinir dengan akrab memborong hasil kebun warga, sebuah langkah konkret yang memperkuat denyut ekonomi lokal.
Sejak mentari mulai menyapa, warga berbondong-bondong mendatangi pos TNI, membawa hasil bumi melimpah ruah—sayuran segar dan umbi-umbian yang menjadi sumber kehidupan mereka. Dengan senyum ramah, para prajurit Marinir menyambut, membeli langsung setiap hasil panen, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, seolah tak ada jurang pemisah antara penjaga dan yang dijaga.
Kegiatan sederhana namun berdampak besar ini menjadi oase bagi para petani kecil di Keikey. Selama ini, akses pasar yang terbatas kerap menjadi kendala. Namun, melalui pembelian langsung oleh prajurit, hasil panen mereka kini terserap optimal, menumbuhkan harapan baru untuk peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi Kampung Keikey.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menekankan esensi dari kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pendekatan humanis yang diusung Satgas di wilayah penugasan.
“Kehadiran prajurit Marinir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga. Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar tetap profesional, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengedepankan prosedur operasional dalam setiap kegiatan, ” tegasnya.
Melalui sentuhan humanis seperti inilah, Satgas Yonif 5 Marinir terus berupaya merajut benang kepercayaan dan kemanunggalan dengan masyarakat Papua. Lebih dari sekadar menjaga batas negara, mereka turut berkontribusi dalam membangun tatanan sosial dan ekonomi yang lebih baik, membawa secercah harapan di sudut terpencil Yahukimo. (Wartamiliter)
