PUNCAK - Sebuah langkah monumental demi kedamaian Papua terukir di bumi Cenderawasih. Tiga anggota Kelompok TPNPB-OPM Kodap XXVII/Sinak, yang sebelumnya terlibat dalam gangguan keamanan, kini memilih kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ikrar setia ini diucapkan di Pos Agandugume Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Senin (19/1/2026), menandai babak baru dalam upaya deradikalisasi dan pemulihan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Ketiga individu yang berasal dari Kelompok Kalenak Murib ini, yang sempat terlibat dalam aksi gangguan saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada tahun 2025, kini telah menyatakan penolakan terhadap gerakan separatis. Prosesi ikrar yang digelar secara terbuka dan disaksikan langsung oleh aparat keamanan serta tokoh masyarakat Distrik Agandugume ini, menjadi bukti nyata adanya legitimasi sosial dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian yang telah lama dinanti.
Dalam pernyataan ikrarnya, mereka menegaskan kesetiaan yang mendalam kepada NKRI. Bukan hanya itu, komitmen untuk mendukung keamanan, ketertiban, serta pembangunan di Papua, khususnya di wilayah Distrik Agandugume, juga menjadi janji suci mereka.
“Kami menyadari bahwa kekerasan dan perpecahan tidak membawa kebaikan bagi masyarakat. Jalan itu hanya menimbulkan penderitaan dan menghambat masa depan Papua. Karena itu, kami memilih kembali dan ingin hidup damai bersama masyarakat, ” ujar Kataw Kulua, salah satu perwakilan eks TPNPB-OPM, dengan suara penuh keyakinan. Keputusan ini, tegasnya, murni datang dari kesadaran pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.
Menanggapi langkah berani ini, Danpos Agandugume Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya, Kapten Inf Muh Zandra, menyampaikan apresiasinya. Ia berharap momen ini menjadi titik balik bagi para mantan anggota kelompok bersenjata untuk berkontribusi positif di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi keberanian saudara-saudara kita yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kami berharap mereka tidak kembali ke kelompok lama, melainkan menjadi teladan dan mengajak simpatisan lainnya untuk memilih jalan damai demi masa depan Papua yang lebih baik, ” tegas Kapten Inf Muh Zandra, menunjukkan optimisme akan masa depan yang lebih cerah.
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Meinus Tabuni. Ia melihat ikrar setia ini sebagai pesan kuat yang menunjukkan bahwa perdamaian adalah pilihan terbaik bagi seluruh masyarakat Papua.
“Kami berharap langkah ini membuka kesadaran bagi saudara-saudara lain yang masih bertahan di jalan separatisme untuk segera kembali. Dengan keamanan yang kondusif, masyarakat bisa hidup tenang, bekerja, dan membangun masa depan tanpa rasa takut, ” ungkap Meinus Tabuni, menyuarakan harapan besar akan terwujudnya Papua yang aman dan sejahtera.
Kembalinya tiga eks anggota TPNPB-OPM ke pangkuan NKRI ini semakin memperkuat tekad Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya. Mereka menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan pendekatan yang persuasif, humanis, dan terukur dalam menjaga keamanan. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperkuat persatuan, tetapi juga mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya. (Wartamiliter)
