Satgas Yonif 732/Banau Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Papua

    Satgas Yonif 732/Banau Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Papua
    Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui Pos Dangbet, menggerakkan roda ekonomi masyarakat perbatasan melalui program bertajuk 'Rosita' atau Borong Hasil Tani, pada Selasa (27/1/2026).

    PUNCAK - Di tengah hamparan kebun yang subur di Kampung Dangbet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah inisiatif sederhana namun berdampak besar tengah bergulir. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui Pos Dangbet, pada Selasa (27/1/2026), kembali membuktikan komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat perbatasan melalui program bertajuk 'Rosita' atau Borong Hasil Tani.

    Di bawah kepemimpinan Lettu Inf Simbolon, personel Pos Dangbet tidak sekadar berpatroli, melainkan turun langsung ke kebun warga. Mereka dengan antusias membeli berbagai hasil pertanian, mulai dari sayuran segar, buah-buahan manis, hingga umbi-umbian yang menjadi sumber pangan utama. Program Rosita ini hadir sebagai jembatan harapan bagi para petani lokal, memastikan setiap hasil jerih payah mereka terserap pasar dengan harga yang layak, tanpa perlu lagi bersusah payah menempuh perjalanan jauh ke pasar yang kadang sulit dijangkau.

    Tindakan nyata ini merupakan bagian integral dari pendekatan humanis yang diusung oleh Satgas Banau melalui program 'Sahabat Banau' (Saling Hargai dan Toleransi Banau Amankan Natal dan Tahun Baru). Lebih dari sekadar menjaga kedaulatan wilayah, kehadiran TNI di perbatasan difokuskan pula pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang mendiami garis depan bangsa.

    Kapten Inf Henry, Komandan Pos Dangbet, menekankan pentingnya program Rosita dalam merajut keharmonisan antara TNI dan warga.

    “Program Rosita bukan sekadar transaksi jual beli. Ini adalah wujud kepedulian Satgas kepada masyarakat perbatasan. Kami membantu petani dalam pemasaran hasil tani sekaligus membuka ruang komunikasi untuk mendengar langsung aspirasi dan kesulitan warga, ” ujar Kapten Henry.

    Dampak positif program ini tak pelak langsung dirasakan oleh para petani. Ibu Naimol, seorang petani sayur dari Kampung Dangbet, mengungkapkan rasa syukurnya.

    “Kami bisa langsung dapat uang tunai untuk kebutuhan anak-anak sekolah. Terima kasih Yonif 732/Banau. Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama ibu-ibu petani di sini, ” tuturnya dengan senyum merekah.

    Melalui program Rosita, Satgas Pamtas Yonif 732/Banau terus memperkuat posisinya sebagai mitra sejati bagi masyarakat perbatasan. Keberadaan para prajurit TNI bukan hanya menjadi benteng pertahanan yang kokoh, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal, demi mewujudkan cita-cita perbatasan Papua yang aman, mandiri, dan senantiasa sejahtera. (Wartamiliter)

    yonif732banau rositaboronghasiltani sahabatbanau perbatasanpapua tnihadiruntukrakyat ekonomiwargaperbatasan papuatengah
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Prajurit Banau Bangun Harapan Pendidikan...

    Artikel Berikutnya

    Pelipur Lara di Tanah Duka: Satgas Yonif...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Babinsa Jagebob Hadiri Rapat Kampung Mimi Baru, Perkuat Kesepakatan Perkam Hewan Ternak
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Honai ke Honai: TNI Pererat Persaudaraan di Pedalaman Papua
    Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya Bawa Layanan Kesehatan ke Pedalaman Sinak
    Marinir Datangi Rumah Warga, Satgas Yonif 10 Marinir/SBY Gelar Layanan Kesehatan Door to Door di Kampung Aisa

    Ikuti Kami